Skip to content

Harga Minyak, Terganggunya Supply Bahan Baku Industri Penyebab Utama Inflasi Global

Ipsos melakukan survei terhadap lebih dari 20.000 orang di 30 negara dan menemukan bahwa setidaknya setengah dari total responden mengungkapkan adanya kenaikan dalam biaya pakaian dan sepatu, perumahan, perawatan kesehatan, serta hiburan. Sebanyak 2/5 responden memperkirakan harga akan terus naik setidaknya selama tiga bulan ke depan.

Para ahli mengatakan harga minyak merupakan penyebab utama inflasi karena digunakan untuk memproduksi dan mengirimkan barang. Namun, kekurangan bahan baku dan produk jadi yang disebabkan oleh pemulihan ekonomi setelah lockdown juga turut disalahkan.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Sebanyak 7 dari 10 orang di seluruh dunia dalam survei Ipsos mengatakan bahwa telah terjadi kenaikan pada harga bahan bakar kendaraan, pembayaran mobil, pemeliharaan, parkir dan angkutan umum, serta bahan makanan, makanan dan restoran. Sebanyak 2/3 lainnya mengatakan terjadi kenaikan tarif listrik, gas, air, telepon dan internet. Sementara 55% lainnya mengatakan pakaian dan sepatu lebih mahal, 51% mengatakan harga perumahan, medis dan perawatan kesehatan lebih tinggi, 49% sisanya mengatakan hiburan menjadi lebih mahal.

US Congress Joint Economic Committee mengonfirmasi dalam laporan November 2021 bahwa Inflasi yang terberat adalah pada orang-orang miskin di masyarakat. Sebanyak 20% rumah tangga yang berpenghasilan tererendah di AS menghabiskan 4,5 kali lebih banyak dari pendapatan mereka untuk perumahan dan makanan serta 3,5 kali lebih banyak untuk transportasi dibandingkan dengan mereka yang berada di 20% teratas.

Melaporkan kenaikan harga

Negara dengan jumlah penduduk terbesar yang khawatir tentang kenaikan inflasi adalah Argentina dimana tingkat inflasi tahunan resmi mencapai 52,5% pada Oktober 2021, ungkap Reuters. Negara-negara yang paling sedikit melaporkan kenaikan harga adalah Jepang, dimana inflasi harga konsumen adalah 0,1% pada bulan Oktober, dan China dengan nilai kenaikan inflasi sebesar 1,5% pada bulan yang sama.

Ipsos mengungkapkan, kekhawatiran tentang kenaikan harga yang berkelanjutan paling kuat diungkapkan oleh kalangan wanita di bawah usia 35 tahun, dan kelompok berpenghasilan tinggi mengungkapkan kekhawatiran paling besar.

Data dari organisasi internasional mengungkapkan banyak persepsi yang terungkap dalam survei tersebut. Organisasi Pangan dan Pertanian PBB mengatakan harga pangan global naik sebesar 27,3% dalam 12 bulan hingga November 2021.

Inflasi di masa depan

The Organization for Economic Cooperation and Development mengatakan bahwa inflasi di 38 negara anggotanya akan mencapai 5,21% pada akhir tahu 2021 dan di AS inflasi mencapai level tertinggi selama 30 tahun sebesar 6,2% pada November 2021.

Lalu bagaimana dengan tahun depan? The International Monetary Fund (IMF) mengatakan pihaknya memperkirakan inflasi global akan turun kembali pada tahun 2022 setelah efek kenaikan tajam di sektor-sektor seperti energi mereda.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Namun, pada bulan November 2021 kontributor World Economic Forum’s Chief Economists’ Outlook menyatakan tidak setuju tentang apakah inflasi akan terbukti sementara atau menjadi permasalahan utama bagi ekonomi global pada 2022. Mereka menambahkan bahwa, tekanan harga yang meningkat cepat sepanjang tahun 2021 akan beresiko lebih besar dan tidak terkendali pada negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah dengan bank sentral yang kurang stabil.