Mulai 1 Maret, Maersk Naikkan Bunker Surcharge antara $50-200/Boks

Untuk mengantisipasi maraknya kenaikan harga bahan bakar rendah sulfur atau very-low sulphur fuel oil (VLSFO) sejak pemberlakuan aturan baru IMO 1 Januari 2020, Maersk kembali akan menaikkan bunker surcharge.

Menurut rencananya, perusahaan Denmark tersebut yang merupakan perusahaan pelayaran kontener terbesar di dunia, akan memberlakukan surcharge baru per 1 Maret, dengan besaran berkisar antara $50-200/boks sesuai dengan jarak dari setiap rutenya.

“Dalam bulan terakhir harga VLSFO (bahan bakar rendah sulfur) terus meroket. Ini akan terus terjadi dalam beberapa minggu ke depan. Harga VLSFO di Singapura, misalnya, sudah lebih dari $700/ton. Harga tersebut 20% lebih tinggi dari sebelumnya. Lebih tinggi dari harga acuan BAF (Bunker Adjustment Factor) dan EFF (Environmental Fuel Fee). Jadi berdasarkan hitungan, pada bulan Januari sendiri, ada kenaikannya lebih dari $50/mt (metrik ton),” jelas Maersk sebagaimana dilansir worldmaritimenews.com.

Menurut keterangannya, Maersk akan menaikkan surcharge pada seluruh rute layanannya dengan variasi kenaikan antara $50-200 per boks.

Tarif surcharge tersebut akan berlaku mulai 1 Maret. Maersk sendiri berjanji untuk secara intensif menjelaskan hal tersebut kepada seluruh customer-nya, terutama terkait besaran riil surcharge pada masing-masing rutenya, hingga akhir Januari ini.

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, kebijakan baru IMO ini telah derdampak signifikan terhadap peningkatan pengeluaran perusahaan pelayaran untuk belanja bahan bakar. Maersk sendiri memperkirakan alokasi pengeluaran untuk bahan bakar pada 2020 akan lebih dari $2 miliar.

Untuk meng-cover pengeluaran tersebut, sejumlah perusahaan pelayaran, termasuk Maersk, sudah memberlakukan bunker surcharges sebagai sebuah solusi.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *