Pemangkasan Pelayaran pada Q3 Diperkirakan Hingga 15% dari Total Kapasitas

Sejumlah pelayaran kembali mengumumkan pengurangan kapasitas dengan penangguhan beberapa jadwal pelayaran pada teriwulan ketiga (Q3) nanti yang dimulai pada bulan Juli. Konsultan pelayaran Sea-Intelligence menyimpulkan langkah itu merupakan strategi untuk menjaga stabilitas tariff (freight rate) yang sangat bagus pada bulan-bulan sebelumnya (Januari-Juni, 2020).

Mengutip sejumlah pengumuman yang dilakukan beberapa pelayaran pada minggu lalu, menurut Sea-Intelligence, akan terjadi penurunan kapasitas yang cukup dratis pada Q3, baik untuk rute Asia-Eropa maupun Asia-Amerika.

Untuk kedua rute ini saja, total kapasitas yang dipangkas kurang lebih 15% dari total kapasitas yang tersedia. Penambahan ini berdampak pada peningkatan yang signifikan terhadap total pengurangan kapasitas selama 2020, hingga mencapai 3,4 sampai 4 juta TEU.

“Gambaran yang terjadi pada Q2 sangat jelas memperlihatkan perubahan yang sangat dratis,” kata CEO Sea-Intelligence Alan Murphy said.

“Hal yang bisa kita simpulkan adalah total pengurangan kapasitas selama 2020 menjadi tiga kali lipat dari pengurangan kapasitas yang terjadi menjelang tahun baru China pada tahun-tahun sebelumnya. Ini karena besarnya pengurangan kapasitas pada Q3,” kata Alan Murphy.

Memang, ada sejumlah jadwal (sebelumnya diberhentikan) sudah mulai diaktifkan lagi dalam beberapa minggu terakhir. Namun menurut Alan Murphy, hal tersebut sama sekali tidak mengindikasikan pulihnya market.

“Data yang ada dengan jelas memperlihatjan bahwa pengaktifan kembali pelayaran tersebut tidak menunjukkan peningkatan demand (volume),” kata Alan Murphy.

Salama minggu ke-5 hingga ke-26 tahun ini, total pemangkasan kapasitas mencapai 3 juta TEU, atau setara 15-20% dari kapasitas pada periode yang sama tahun lalu (2019).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *