Pengiriman dari China Segera Normal, tetapi CMA CGM Ingatkan Pergeseran Economic Shock ke Eropa

Foto: CEO CMA CGM Rodolphe Saadé

Pengiriman dari China diperkirakan akan kembali normal pada akhir bulan ini (Maret). Perkiraan tersebut didasarkan pada mulai dibukanya kembali aktivitas industri di China dan adanya kekosongan stok barang baik di Eropa, Amerika, maupun negara-negara lainnya. Hal tersebut disampaikan oleh CEO CMA CGM Rodolphe Saadé sebagaimana dikutip The Financial Times.

 CMA CGM merupakan salah satu pelayaran global yang juga turut terkena dampak dari coronavirus yang melanda China dan kemudian menyebar ke sebagian besar negara di dunia. Dari total 500 kapal yang dioperasikan CMA CGM di seluruh dunia, terdapat 19 kapal yang terpaksa tidak berlayar sebagai dampak dari virus tersebut.

“Gudang-gudang di Eropa sudah mulai kosong. Diperlukan pasokan baru dari China untuk memenuhi berbagai kebutuhan di Eropa. Apalagi saat ini 80% industri di China sudah beroperasi kembali. Kami harap pada akhir Maret semuanya akan kembali normal,” kata Saadé sebagaimana dikutip koran tersebut.

Kendati demikian, Saadé mengingatkan terjadinya pergeseran economic shock dari China ke Eropa.

“Saat ini kita semua sudah paham bahwa ini sudah menjadi krisis global. Di Eropa, ketakutan terhadap coronavirus begitu tinggi. Ini akan berdampak pada aktivitas ekonomi,” katanya.

Saadé menjelaskan aktivitas ekonomi baik di Amerika maupun Eropa saat ini sangat membutuhkan pasokan bahan dari China. Dia mencontohkan adanya permintaan spare part mobil dalam jumlah besar dari China oleh sebuah perusahaan di Amerika Serikat. Hal tersebut mendorong Ceva Logistics yang sudah diakuisisi CMA CGM untuk mencarter 50 pesawat untuk menerbangkan spare part tersebut.

“Kami juga mempunyai klien di Eropa meminta kami untuk segera menyediakan kapal kontener dari Shanghai ke Le Havre,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *