Revolusi Container Shipping: Dari Ideal-X 58-Box Hingga Algeciras 24.000 TEU

Foto: HMM Algeciras

Memasuki tahun 2020, kapal kontener terbesar di dunia berkapasitas 24,000 TEUs mulai beroperasi. Diawali kapal HMM Algeciras milik perusahaan pelayaran Korea Selatan Hyundai Merchant Marine (HMM).

HMM Algeciras beroperasi pada string Far East Europe 4 (FE4) yang dijalankan THE Alliances dengan rute Qingdao – Busan – Ningbo – Shanghai – Yantian – Rotterdam – Hamburg – Antwerp – London dan baliknya melewati Terusan Suez dan Singapura.

HMM Algeciras merupakan kapal perdana kelas 24.000 TEU yang beroperasi setelah selesai dibangun pada Bulan April di galangan Daewoo Shipbuilding and Engineering (DSME). Dengan kapasitas 23,964 TEU, panjang 399,9 meter dan lebar 61 meter, HMM Algeciras merupakan kapal terbesar saat ini yang dalam operasi.

Bermula dari Ideal-X

Bagaimana awal mula kapal container hingga sampai pada posisinya saat ini? Semua bermula dari Ideal-X, kapal kontainer pertama di dunia. Kapal tersebut merupakan hasil modifikasi sebuah kapal tanker (T2 tanker) yang beroperasi selama perang dunia ke-2. Karena hasil sebuah konversi kapal tanker, Ideal-X jauh berbeda dengan kapal kontener yang beroperasi saat ini.

Desain ruang dalam kapal hasil modifikasinya memungkinkan untuk mengangkut peti kemas dan cargo break bulk sekaligus.   Kapasitas angkutnya pun relatif kecil.

Ideal-X pertama kali berlayar pada tanggal 26 April 1956, dari Pelabuhan Newark, New Jersey menuju Pelabuhan Houston, Texas. Dengan kecepatan maksimalnya yang hanya mencapai 20 knots per jam, pelayaran bersejarah ini berlangsung selema 5 hari.

Dalam perjalanan perdananya tersebut, Ideal-X mengangkut sebanyak 58 petikemas berukuran 35 kaki. Awalnya, ukuran peti kemas memang bukan 20 feet (kaki) atau 40 feet yang biasa ditemukan saat ini, tetapi 35 feet yang disesuaikan dengan ukuran standar truk dan trailer yang beroperasi di Amerika Serikat saat itu.

Di samping mengangkut ke 58 peti kemas tersebut, perjalanan perdana Ideal-X paska modifikasi, juga mengangkut 15,000 ton curah cair (bahan bakar). Ini karena hasil modifikasinya masih memungkinkan untuk mengangkut baik peti kemas maupun curah cair.

Modifikasi kapal tersebut merupakan inisiatif Malcom McLean, seorang pengusaha truk terkemuka saat itu di Amerika Serikat. Menurut Malcom Ideal-X telah menciptkan efisiensi biaya bongkar muat saat itu, yakni dari rata-rata $5,83 per ton menjadi $0,16 per ton, sebuah penurunan yang drastis dan signifikan.

Dari 58 box hingga 24,000 TEUs

Wajah industri pelayaran peti kemas terus berubah dari waktu ke waktu. Perubahan itu bisa terlihat dari ukuran kapal yang dioperasikan. Bagaimana perkembangan kapal peti kemas dari awal lahirnya industri ini hingga saat ini?

Ideal X, Kapal Kontener Pertama

Generasi awal atau generasi pertama. Generasi pertama diperuntukkan bagi kapal-kapal peti kemas yang beroperasi sejak kapal pertama Ideal-X pada tahun 1956 hingga akhir tahun 1960-an. Kapal-kapal generasi pertama masih berkapasitas di bawah 1,000 TEUs dengan kecepatan antara 18-20 knots. Karena kapal-kapal generasi ini merupakan hasil konversi kapal-kapal curah, terutama tanker, desain dek kapal juga masih memungkinkan untuk mengangkut kargo peti kemas maupun kargo umum atau curah.

Generasi kedua. Generasi kedua mulai pada awal tahun 1970-an, ditandai dengan dibangunnya kapal-kapal khusus untuk peti kemas. Kapal-kapal generasi ini sudah full container, artinya muatan kapal sudah semuanya peti kemas. Dek kapal juga sudah dikhususkan untuk petikemas. Kapal-kapal ini lebih cepat dari generasi pertama, dengan kecepatan 20-24 knots.

Panamax.Kapal peti kemas kategori panamax lahir pada era 1980 dengan kapasitas maksimal 4.000 teus. Ukuran kapal disesuaikan dengan standar lebar Terusan Panama.

Post Panamax, yang terbagi dalam post panamax 1 dan 2. Post panamax 1 dimulai pada tahun 1988 dengan lahirnya kapal peti kemas berukuran 4,500 teus dan dilanjutkan dengan adanya kapal-kapal yang lebih besar hingga 6.500 teus. Periode post panamax 1 berkisar antara 1988 hingga awal tahun 1990an dengan ukuran kapal 4.500-6500 teus. Kemudian dilanjutkan dengan periode post panamax 2 pada tahun 1990-an dengan ukuran kapal rata-rata 8,000 – 10,000 teus.

Post Panamax III. Mulai dikembangkan sejak tahun 2006, dengan ukuran 11,000 hingga 14,500. Sebagian dari golongan ini juga, khususnya kapal-kapal yang besarnya hingga 12,500 teus juga digolongkan sebagai New-Panamax, atau Neo-Panamax (NPX). Dinamakan new (neo) Panamax berkaitan dengan perluasan Terusan Panama sehingga bisa dilalui kapal-kapal ukuran 12,500 teus.

Triple E. Kapal-kapal kelas Triple-E mulai dikembangkan sejak 2013, dengan ukuran 18,000 Teus. Kategori ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari Post Panamax III. Sejak tahun 2016, beberapa perusahaan pelayaran sudah mulai menggunakan kapal-kapal besar berukuran 18,000 TEUS.

Kapal 24.000 TEUs. HMM Algeciras merupakan salah satu dari 12 paket kapal 24,000 TEU yang di-order HMM dari tiga galangan besar Korea Selatan yakni DSME, Samsung Heavy Industries (SHI), dan Hyundai Heavy Industries (HHI), pada September 2018.

Hyundai Merchant Marine beroperasi dengan nama dan brand baru yakni HMM, dan merupakan perusahaan pelayaran terbesar ke-9 di dunia, sudah me-launching tujuh kapal kelas 24,000 TEUs. “HMM Hamburg merupakan kapal ke-7 yang di-launching pada 1 Juli lalu.

Revolusi kapal kontener tentu tidak berhenti di sini. Beberapa lembaga sudah mulai melakukan desain kapal yang mereka sebut ‘Malacca Max’ dengan kapasitas 27.000-30.000 teus. Kita tunggu saja!

(Diolah dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *