Separuh Pelabuhan Global Masih Alami Penurunan, Kawasan Asia Pulih Paling Cepat: IAPH

Foto: Direktur Jendral IAPH Patrick Verhoeven (kiri)

Pelabuhan-pelabuhan di Kawasan Asia diprediksi akan mengalami proses pemulihan (recovery) tercepat dibanding dengan pelabuhan-pelabuhan di kawasan lainnya. Bahkan, menurut asosiasi pelabuhan internasional ‘the International Association of Ports and Harbours (IAPH)’, proses recovery pelabuhan-pelabuhan di Asia sudah dimulai pada awal bulan ini (juni).

Dalam pernyataannya baru-baru ini, IAPH mengatakan sekitar 45% dari pelabuhan global masih mengalami penurunan kunjungan kapal kontener (containership) dalam seminggu terakhir. Angka ini malah lebih tinggi dari minggu sebelumnya, yang mencapai 34%. Angka penurunan pada masing-masing pelabuhan bervariasi, berkisar antara 5-25%.

Laporan berjudul – WPSP Port Economic Impact Barometer – yang ditulis ahli ekonomi pelabuhan Theo Notteboom dan Thanos Pallis menjelaskan, efek pandemi covid-19 sangat variatif pada masing-masing wilayah. Namun, pelabuhan yang paling terkena dampak adalah pelabuhan-pelabuhan yang disinggahi kapal-kapal dari rute Far East. Karena, jalur ini tercatat memiliki pengurangan kapasitas paling besar (cancellation dan blank sailing).

Sekitar 8% pelabuhan global mengalami tingkat penurunan paling tinggi, dengan tingkat penurun kunjungan lebih dari 25%, meningkat 16% dari minggu sebelumnya.

Memang, menurut laporan tersebut, lebih dari separuh pelabuhan global dengan angka kunjungan kapal yang stabil, bahkan ada yang meningkat dibanding dengan situasi normal sebelum terjadinya pandemi.

Pelabuhan-pelabuhan di Amerika Utara dilaporkan paling banyak terkena dampak. Minggu lalu, 71% pelabuhan di kawasan tersebut alami penurunan kunjungna pada level 5-25%.

Gugus tugas WPSP Covid-19 memprediksi pelabuhan-pelabuhan di kawasa Asia adalah yang paling cepat alami pemulihan (recovery). Proses recovery bahkan sudah mulai pada awal Juni.

“Berdasarkan sejumlah laporan, beberapa jadwal pelayaran dari rute Asia, termasuk pada rute utama East-West yang sebelumnya banyak di- cancel, saat ini sudah mulai dihidupkan lagi. Kami juga dapat laporan dari Afrika Timur bahwa sejumlah jadwal pelayaran dari Asia sudah mulai aktif lagi,” jelas Notteboom.

Ditengah gencarnya pengurangan kapasitas pada rute-rute jauh (long-haul), pelabuhan-pelabuhan di kawasan Amerika Utara masih terbantu dengan tingginya aktivitas pelayaran pada rute-rute pendek (dalam kawasan). Hal ini turut membantu aktivitas inland transport yang relatif stabil.

“Para anggota gugus tugas WPSP Covid-19 masing-masing melaporkan analisisnya yang unik dengan tingkat dampak dan waktu pemulihan yang berbeda-beda pada masing-masing kawasan. Saat ini semua pelabuhan di Asia sudah beroperasi normal. Dan kami lihat, pelabuhan-pelabuhan di kawasan tersebut akan mengalami pemiulihan paling cepat. Dan itu sudah dimulai pada awal Juni,” kata Direktur Jendral IAPH Patrick Verhoeven.

“Pelabuhan-pelabuhan di Eropa perlahan-lahan mulai beroperasi. Sedangkan di Amerika Selatan dan Afrika belum karena pandemi masih pada puncaknya,” lanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *