Skip to content

Alphaliner Prediksi Angkutan Peti Kemas Akan Mencatat Laba USD 120 Miliar

Perusahaan pengangkutan besar secara konsisten berbicara tentang pasar yang luar biasa yang membantu mendorong mereka untuk mencatat laba pada tahun 2021. Saat ini, analis pasar Alphaliner menilai betapa luar biasanya tahun ini yang memprediksi hasil rekor tertinggi yang dapat dilihat pada 10 perusahaan pengangkutan peti kemas terkemuka yang menghasilkan laba EBIT (earnings before interest and taxes) sebesar USD 120 miliar.

Baru-baru ini, hasil kuartal ketiga dirilis dan diumumkan. Sebagai perusahaan induk di jalur perdagangan peti kemas terbesar, kekuatan pasar A. P. Moller-Maersk menjadi sorotan dan melaporkan peningkatan laba yang luar biasa di kuartal ketiga tahun ini, yakni sebesar 355% menjadi lebih dari USD 5,9 miliar.  Begitu pula Hapag-Lloyd yang melaporkan peningkatan laba hampir 10 kali lipat menjadi lebih dari USD 6,7 miliar untuk sembilan bulan pertama di tahun ini. CEO Rolf Habben Jansen mengatakan itu adalah “hasil yang luar biasa kuat,” bersama dengan CEO perusahaan pelayaran besar lainnya memperkirakan kondisi pasar akan tetap sama untuk sisa tahun 2021 hingga 2022.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Meninjau hasil yang dilaporkan oleh perusahaan pengangkutan, Alphaliner memperkirakan 10 operator kontainer terbesar tetap berada di jalur laba operasi EBIT antara USD 115 dan USD 120 miliar untuk setahun penuh. “Lebih dari enam kali lipat jumlah yang tercatat pada tahun 2020 dan merupakan angka yang kemungkinan akan mengubah struktur industry,” ungkap Alphaliner.

Setelah hasil kuartal ketiga dirilis, Alphaliner mencatat bahwa “sepuluh liner telah menghasilkan laba EBIT hampir USD 80 miliar dalam sembilan bulan pertama tahun ini.” Sama mengesankannya, mereka  juga menunjukkan margin operasi sebesar 56%. “Ini dibandingkan dengan margin operasi rata-rata yang hanya 3,7 % pada periode yang sama dua tahun sebelumnya,” tulis mereka dalam analisisnya.

Kekuatan di pasar trans-Pasifik berkontribusi pada banyak keberhasilan industri. Oleh karena itu, Alphaliner menyoroti bahwa yang paling diuntungkan adalah operator dengan persentase armada yang lebih besar di Pasifik. Misalnya, Evergreen Marine, Yang Ming, dan Wan Hai, Alphaliner melaporkan masing-masing mencapai margin lebih besar dari 60% dibandingkan dengan raksasa Maersk dan Hapag yang hanya lebih dari 46% karena hanya sebagian kecil dari armada mereka yang berada di rute yang paling menguntungkan. Kekuatan pasar juga telah menyebar ke perusahaan pengangkutan yang lebih kecil, misalnya Pacific International Lines yang bermasalah secara finansial baru-baru ini melaporkan telah mengembalikan profitabilitasnya karena pasar yang luar biasa.

Bagaimanapun, beberapa analis mulai mempertanyakan apakah pasar telah mencapai puncaknya. Misalnya, dalam  World Container Index mingguan, Drewry melaporkan bahwa indeks komposit turun 1,5% minggu ini, melanjutkan penurunan yang dimulai pada awal Oktober. Tarif dari Shanghai ke Los Angeles turun hampir 4% dan hampir 5% ke New York. Namun, Drewry juga mencatat bahwa indeks komposit tetap 196% lebih tinggi dari tahun lalu.

Perusahaan peti kemas menggunakan kekuatan baru ini untuk mempercepat rencana strategis. Selain mendorong orderbook untuk kapal baru ke level rekor tertinggi, Maersk, CMA CGM, dan Hapag mengumumkan investasi di terminal dengan Maersk bergerak agresif pada bisnis logistiknya. CMA CGM juga memperluas operasi angkutan udara sementara perusahaan pengangkutan lainnya membayar utang lama mereka.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Selain lonjakan volume yang terus berlanjut dan tidak menunjukkan tanda-tanda mereda, Alphaliner melihat kondisi pasar lainnya, termasuk kemunculan varian Omicron COVID-19 baru-baru ini yang pada akhirnya dapat mendorong perkiraannya untuk tahun ini lebih tinggi lagi.