Kendati dinilai tidak separah efeknya terhadap angkutan break bulk dan tanker, invasi Rusia terhadap Ukraina tetap memberikan dampak yang besar terhadap pelayaran kontainer. Bahkan, efeknya tidak hanya terbatas pada perdagangan pada wilayah-wilayah yang sedang bertikai, tetapi akan lebih luas. Ada efek domino terhadap perdagangan antara kawasan, termasuk Asia-Eropa.
Hal tersebut disampiakan Christian Roeloffs, co-founder dan CEO, Container xChange. Menurutnya, konflik ini tidak hanya berdampak pada penutupan jalur pelayaran serta pelabuhan-pelabuhan di Laut Hitam dan Laut Azov, tetapi juga jalur darat via kereta api Asia-Eropa.
“Saat ini, jalur pelayaran Laut Hitam dan Laut Azov berbahaya dan tidak bisa dilewati. Jalur ditutup, kapal-kapal ditahan, dan bahkan ada beberapa yang kena serangan rudal. Pelabuhan-pelabuhan di Odessa dan Mariupol juga ditutup, bahkan rusak karena kena serangan. Dampaknya, aktivitas perdagangan dan pergerakan peti kemas telah berhenti. Kargo dan peralatan tertahan di pelabuhan,” kata Christian Roeloffs.
Penutupan tersebut, menurutnya, menyebabkan terjadinya penumpukan kontainer di pelabuhan yang semakin memburuk. Bahkan tidak hanya pada pelabuhan-pelabuhan di Ukraina, tetapi juga berkembang di pelabuhan-pelabuhan Rusia, menyusul aksi-aksi perusahaan pelayaran menghentikan layanan ke negara tersebut.
“Maersk telah menghentikan pengiriman ke pelabuhan-pelabuhan Rusia mana pun, dengan hanya pengecualian untuk bahan makanan, pasokan medis dan kemanusiaan. Pelayaran-pelayaran lainpun telah melakukan hal yang sama.
“Pelabuhan-pelabuhan di Rusia dan juga Belarusia baik yang di Laut Baltik maupun Laut Hitam kemungkinan akan segera menghadapi masalah yang sama. Akan terjadi penumpukan kontainer karena pelayaran berhenti beroperasi ke sana. Disamping karena masalah keamanan juga karena sanksi,” Jelas Christian Roeloffs.
Menurut Christian sanksi yang diberikan terhadap Rusia, termasuk penutupan sistem SWIFT dalam transaksi keuangan akan sangat berdampak pada bisnis pelayaran dan logistik. “Pembayaran dari mitra di Rusia lebih sulit.”
Dampak dari sanksi penutupan SWIFT ini tidak hanya sebentar, tetapi berbulan-bulan ke depan, bahkan tahun-tahun mendatang.
Apalagi, pelayaran tidak hanya menderita dari sanksi soal transaksi keuangan. Beberapa negara Eropa, seperti Inggris, bahkan sudah mengeluarkan larangan bagi kapal-kapal berbendera Rusia untuk call di pelabuhannya..
Dampak Lebih Luas, Asia-Eropa Terganggu
Menurut Christian, dampak krisis di Ukraina tidak hanya terbatas pada perdagangan dengan negara-negara yang sedang bertikai, tetapi juga terhadap perdangan yang lebih luas, termasuk perdagangan Asia-Eropa.
“Saat ini jalur perdagangan lewat moda kereta api dari Asia (China) ke Eropa lewat Rusia dan Belarusia telah ditutup dan digunakan oleh militer. Perbatasan dengan UE ditutup. Penutupan ruang udara di Rusia dan Eropa juga telah mengurangi kapasitas angkutan udara. Hal ini tentuk memberikan dampak yang mengerikan. Rantai pasok akan sangat terganggu.”
“Secara umum, situasi ini akan berdampak pada masalah ketersediaan peti kemas pada beberapa wilayah. Eropa Tengah dan Utara sudah padat. Dan jika gangguan pergerakan peti kemas terus berlanjut, hal ini akan semakin parah,” lanjutnya.

