Skip to content

Market Share Pelayaran Non Aliansi Terus Naik Pada Rute Trans-Pasifik

Selama berlangsungnya pandemi, market share pelayaran non-aliansi mengalami peningkatan yang signifikan pada rute Trans-Pasifik. Dibanding pelayaran aliansi, pelayaran non-aliansi dinilai lebih fleksibel sehingga lebih mudah dalam melakukan perubahan pola operasi dan strategi pasar. Hal te rsebut disampaikan Sea-Intelligence berdasarkan hasil studi yang dilakukan konsultan yang berbasis di Kopenhagen, Denmark ini.

Studi Sea-Intelligence bertujuan untuk melihat lebih dekat dinamika layanan baik yang dijalankan pelayaran aliansi maupun non-aliansi pada masa pandemi. Targetnya untuk mengetahui apakah chaos di industry shipping dan logistic menyebabkan adanya perubahan pada market share, pola operasional, dan strategi pengembangan mereka.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Ada tiga fakta menarik pada rute Trans-Pasifik yang menjadi dasar kesimpulan hasil studi Sea-Intelligence tersebut. Pertama, kendati terdapat perubahan dalam konstelasi aliansi selama periode 2012-2020, namun pangsa pasar relatif stabil, dengan komposisi sekitar 15-20% vs 80-85% antara non-aliansi dan aliansi.

Kedua, fakta bahwa kapasitas non-aliansi mengalami penurunan yang tajam pada semester pertama tahun 2020. Saat itu, dampak pandemi sudah mulai terasa, di mana kebijakan blank sailing (pembatalan sejumlah jadwal pelayaran) massif dilakukan oleh pelayaran. Dalam hal ini,  pelayaran non-aliansi jauh lebih felksibel dalam melakukan perubahan strategi, termasuk dalam kebijakan blank sailing.

Ketiga, fakta perkembangan yang terlihat selama 18 bulan terakhir. Pada periode ini, market share pelayaran non-aliansi mengalami peningkatan yang sangat signifikan, menyentuh angka 35%. Sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Studi Sea-Intelligence juga menghadirkan fakta khusus pada pelayaran rute Asia-Pantai Timur Amerika Utara. Pada periode 2019-2021, rute tersebut sepenuhnya dilayani oleh pelayaran aliansi. Namun, memasuki semester ke-2 tahun 2020, terjadi perubahan komposisi, di mana pelayaran non-aliansi sudah menguasai 10% dari market rute tersebut.

Perkembangan di Asia-Eropa sangat berbeda dengan di Asia-Amerika Utara. Pasar pada perdagangan ini hampir sepenuhnya dilayani oleh aliansi. Gangguan pasar baru-baru ini tidak banyak mengubah situasi ini. Beberapa layanan non-aliansi telah terlihat, namun jumlah pelayaran seperti itu dan kecilnya ukuran kapal yang digunakan, berarti bahwa hal ini memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap total kapasitas di pasar secara keseluruhan.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Sea-Intel menyimpulkan, yang tersirat dari perkembangan ini adalah bahwa hambatan masuk di perdagangan Asia-Amerika Utara jauh lebih rendah daripada di perdagangan Asia-Eropa.