Setelah reatailer mengamankan persediaan untuk akhir tahun, impor di pelabuhan peti kemas utama di Amerika Serikat diperkirakan akan turun ke level terendah dalam hampir dua tahun pada akhir 2022 ini. Untuk kedua kalinya dalam dua bulan terakhir, National Retail Federation menurunkan perkiraan impor untuk sisa tahun 2022 dari semula 6,15 juta TEU menjadi 5,97 juta TEU dan memproyeksikan penurunan lebih lanjut pada awal tahun 2023.
“Pertumbuhan volume impor AS telah kehabisan tenaga, terutama untuk kargo dari Asia,” ungkap Ben Hackett, founder Hackett Associates. “Pemotongan kapasitas pengiriman operator baru-baru ini mencerminkan penurunan permintaan barang dagangan dari retailer yang lengkap bahkan ketika konsumen terus berbelanja. Sementara itu, penutupan pabrik selama liburan Minggu Emas Oktober di China bersamaan dengan kebijakan ‘Nol Covid’ pemerintah China yang berkelanjutan telah berdampak pada produksi serta mengurangi permintaan kapasitas pengiriman dari sisi Pasifik.”
Selama enam bulan pertama tahun ini, Global Port Tracker NRF mencatat peningkatan volume peti kemas bulanan dengan total 13,5 juta TEU, naik 5,5% dibandingkan dengan volume tahun 2021. Meski demiikian, volume impor tetap stabil di Juli dan Agustus, dan NRF kini memperkirakan penurunan volume bulanan di setiap bulan yang tersisa tahun ini.
“Musim liburan telah dimulai untuk beberapa pembeli dan berkat pra-perencanaan, retailer kini memiliki banyak barang dagangan untuk memenuhi permintaan,” ungkap Jonathan Gold, Wakil Presiden Rantai Pasokan dan Kebijakan Kebeacuakaian di NRF. “Banyak retailer membawa barang dagangan awal tahun ini untuk mengalahkan kenaikan inflasi dan masalah gangguan rantai pasokan yang sedang berlangsung.”
NRF memperkirakan volume pada paruh kedua tahun 2022 akan turun sebesar 4% dibandingkan dengan tahun 2021 menjadi 12,5 juta TEU. Mereka juga memperkirakan total volume impor untuk setahun penuh akan menjadi 26 juta TEU, naik kurang dari 1% dibandingkan dengan rekor volume tahun lalu (25,8 juta TEU). Kendati NRF memperkirakan tahun 2022 akan terjadi pertumbuhan penjualan ritel antara 6-8% dibandingkan dengan volume tahun 2021, namun perlambatan impor tetap terjadi. Sementara itu, penjualan naik 7,5% selama delapan bulan pertama tahun ini.
Perlambatan impor yang diproyeksikan ini akan berlanjut hingga awal tahun 2023. NRF memperkirakan pada Januari 2023 akan turun hampir 5% dibandingkan dengan tahun 2022 menjadi 2,06 juta TEU. Februari 2023 diperkirakan akan turun 15% menjadi 1,8 juta TEU, disebabkan oleh penutupan pabrik pada liburan Tahun Baru Imlek setiap tahun di Asia.
Prospek NRF yang direvisi mirip dengan laporan dari operator kontainer utama yang juga memperkirakan bahwa pasar akan normal di akhir tahun 2022. CEO Mediterranean Shipping Company Soren Toft memperingatkan dalam sebuah Tweet kemarin bahwa kenaikan inflasi, kenaikan suku bunga, dan kenaikan energi harga, berkontribusi pada beberapa kuartal yang sulit di masa depan.
