Skip to content

Tarif Angkutan 2022 Menguat, Prospek Laba Hapag Diperkirakan Naik USD 5 Miliar

  • by

Kendati banyak perkiraan bahwa tarif angkutan sedang atau telah mencapai puncaknya, namun operator Jerman Hapag-Lloyd meningkatkan prospeknya untuk tahun ini. Analis menyebut perkiraan keuntungan luar biasa setelah Hapag dan operator besar lainnya sebelumnya mengatakan bahwa mereka memperkirakan pasar akan normal pada paruh kedua tahun 2022.

Perwakilan perusahaan mengungkapkan kepada investor, “Berdasarkan kinerja bisnis saat ini, semester kedua tahun ini juga harus melebihi ekspektasi sebelumnya. Dengan latar belakang ini, Dewan Eksekutif Hapag-Lloyd AG telah meningkatkan prospek pendapatannya untuk tahun keuangan saat ini.”

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Operator terbesar kelima, dengan kapasitas 1,7 juta TEU tersebut melaporkan bahwa saat ini mereka mengharapkan keuntungan (EBIT) setahun penuh pada kisaran USD 17,5 hingga USD 19,5 miliar (EBITDA USD 19,5 hingga USD 21,5 miliar). Sebagai perbandingan, keuntungan pada tahun 2021 dilaporkan mencapai rekor sebesar USD 10,6 miliar (EBIT), sementara tahun ini diperkirakan akan mencapai antara USD 12,5 hingga USD 14,5 miliar (EBIT). Nilai tersebut merupakan peningkatan dari proyeksi awal untuk tahun 2022 yang dirilis pada bulan Maret untuk EBIT berada pada kisaran USD 10 hingga USD 12 miliar.

Melihat prospek yang kuat, perusahaan mengatakan menguatnya tarif angkutan akan berkelanjutan dan tampaknya hal tersebut kan terjadi pada paruh kedua tahun ini dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya.

Menunjukkan kekuatan yang berkelanjutan di pasar, Hapag melaporkan bahwa tarif angkutan rata-rata meningkat sekitar 80% pada paruh pertama tahun 2022 dibandingkan tahun sebelumnya. Volume juga tetap kuat di sekitar enam juta TEU kendati tetap stagnan selama periode setahun.

Berdasarkan kekuatan pasar yang berkelanjutan ini, Hapag mengumumkan angka awal untuk paruh pertama tahun 2022. Maskapai ini melaporkan bahwa keuntungan paruh pertama akan sekitar tiga kali lipat dari tahun 2021, mencapai lebih dari USD 9 miliar (EBIT). Pada paruh pertama tahun 2022, Hapag memproyeksikan telah menghasilkan laba sebesar 85% dari labanya dalam setahun.

Namun perusahaan terdengar berhati-hati untuk sisa tahun ini, mencatat masalah berkelanjutan yang mungkin berdampak pada pasar. Mereka mengatakan, “Mengingat perang di Ukraina, gangguan berkelanjutan pada rantai pasokan global, dan dampak pandemi COVID-19, ketidakpastiaan cukup besar terhadap perkiraan tersebut.”

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Sebagian besar analis menganggap manajemen Hapag sebagai salah satu yang paling konservatif di industri perkapalan. Pengumuman awal yang menyoroti kekuatan paruh pertama dan meningkatkan prospek untuk sisa tahun 2022 menetapkan suasana untuk industri yang telah menerima banyak perhatian karena keuntungannya yang luar biasa. Hapag-Lloyd mengatakan akan merilis hasil setengah tahun pada 11 Agustus, dan memberikan rincian lebih lanjut mengenai kinerja dan prospeknya.