Skip to content

Sea-Intelligence: Ada Kelebihan 13 Juta TEU Kontainer Yang Mungkin Tidak Terpakai di Tahun 2023

Dampak dari permasalahan rantai pasok yang telah berlangsung selama dua tahun ini sangat besar sehingga mengakibatkan perpanjangan waktu transportasi yang signifikan, baik transportasi laut maupun darat.

Semakin besar masalah dalam rantai pasok, semakin besar pula kebutuhan kontainer, namun ketika masalah berkurang, kebutuhan juga akan berkurang.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Untuk mengukur hal di atas, Sea-Intelligence dalam edisi 564 Sunday Spotlight, memeriksa data yang diberikan oleh Hapag-Lloyd dan mencocokkan volume kargo yang diangkut serta armada peralatan selama periode yang lebih lama. Semua ini disertai dengan peringatan bahwa kinerja operasional Hapag-Lloyd sehubungan dengan peralatan perusahaan tersebut yang dianggap sebagai proxy untuk seluruh pasar.

Sea-Intelligence memulai analisis dengan melihat perkembangan baik ukuran armada peralatan maupun jumlah peti kemas yang diangkut selama 12 tahun terakhir. Efisiensi peralatan kemudian dihitung dengan melihat berapa banyak muatan penuh yang diangkut per peti kemas dalam armada peralatan.

Pada tahun 2010-2014, efektivitas armada peralatan relatif stabil pada 1,3 muatan per peti kemas per kuartal, diikuti dengan volatilitas yang tinggi pada 2014-2017 dan kembali stabil pada rata-rata 1,18 muatan penuh per peti kemas pada 2018-2019.

Pada tahun 2020-2022 efektifitasnya menurun secara signifikan menjadi 0,95 muatan per peti kemas pada kuartal ke-4 tahun 2021 dan tampaknya sedikit membaik menjadi 0,98 pada kuartal pertama tahun 2022.

Mempertimbangkan normalisasi rantai pasokan pada kuartal pertama tahun 2022, Hapag-Lloyd membutuhkan armada peralatan lebih dari 3 juta TEU untuk memindahkan kargo mereka. Jika hambatan rantai pasokan dihilangkan sekarang, Hapag-Lloyd akan membutuhkan 17% lebih sedikit kontainer dalam armada peralatan mereka, dibandingkan dengan yang mereka miliki saat ini. Jika ini mewakili pasar global, maka akan ada kebutuhan kontainer 17% lebih sedikit daripada yang kita miliki saat ini.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Armada peti kemas global mencapai 50 juta TEU pada tahun 2021. Jika 17% dari ini merupakan jumlah armada lebihan, maka sama dengan terdapat kelebihan 8,5 juta TEU peralatan. Sea-Intelligence menyoroti, dengan mengakomodasi 4,5-4,8 juta TEU tambahan yang akan dikirimkan pada tahun 2022, maka pada tahun 2023, akan ada kelebihan 13 juta TEU kontainer.