Semua kapal ZIM Line akan dilarang singgah di pelabuhan Malaysia mulai tanggal 20 Desember, karena negara Muslim tersebut mengumumkan larangan menyeluruh terhadap semua kapal berbendera Israel. Menyinggung perang Gaza, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan, mengatakan, “Pembatasan ini merupakan respons terhadap tindakan Israel yang mengabaikan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan dan melanggar hukum internasional melalui pembantaian dan kekejaman yang terus menerus terhadap warga Palestina.”
Perdana Menteri mengatakan pemerintah yakin bahwa boikot tersebut tidak akan mempengaruhi aktivitas perdagangan Malaysia. Sejak tahun 2005, kapal ZIM telah diizinkan singgah di Malaysia, setelah larangan selama puluhan tahun diberlakukan. Anwar mengatakan, persetujuan Kabinet sebelumnya sudah dicabut. Keputusan Malaysia menandakan perang Gaza telah meluas melampaui Israel dan Palestina, ketika kapal-kapal Israel menjadi sasaran pemberontak Houthi di Laut Merah. Malaysia, sekutu lama Palestina, tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Anwar menolak menyerah pada tekanan Barat agar Malaysia memutuskan hubungan dengan Hamas.
