Skip to content

Beijing Terus Berupaya Menggagalkan Penjualan Hutchison Ports

Beijing terus berusaha untuk menggagalkan penjualan Hutchison Ports dari konglomerasi bisnis Hong Kong CK Hutchison kepada konsorsium BlackRock dan Mediterranean Shipping Co (MSC).

Padahal, menurut jadwal awal, transaksi besar tersebut seharusnya diselesaikan besok, 2 April, 2025.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, pada 4 Maret lalu, CK Hutchison yang dikendalikan oleh Li Ka-shing mengumumkan rencananya untuk menjual 80% saham Hutchison Ports kepada konsorsium yang dipimpin BlackRock. Penjualan tersebut mencakup 43 pelabuhan (199 terminal) di 23 negara dengan total nilai mencapai $23 miliar.

Namun, langkah ini tidak diterima dengan baik oleh pihak berwenang di Tiongkok. Beijing kini menegaskan niatnya untuk mencegah penjualan ini.

“Administrasi Negara untuk Pengaturan Pasar telah mengonfirmasi untuk melakukan peninjauan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Ini dilakikan untuk melindungi persaingan pasar yang sehat dan menjaga kepentingan publik,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, dalam sebuah konferensi pers di Beijing kemarin sebagaimana ditulis splash247.

“Tiongkok selalu tegas menentang penggunaan paksaan ekonomi dan tindakan intimidasi hegemonik yang merugikan hak dan kepentingan sah negara lain,” lanjut Guo.

Jika kesepakatan ini berhasil, MSC, yang merupakan perusahaan pelayaran peti kemas terbesar di dunia, akan menjadi operator terminal petikemas global, mengambil alih posisi PSA International.

Menurut data Drewry, MSC akan memimpin dalam klasemen Operator Terminal Global (GTO), mengalahkan PSA International, COSCO, APM Terminals, dan DP World dengan volume gabungan mencapai 78,3 juta TEU.

Kesepakatan antara MSC dan BlackRock untuk mengambil alih terminal Hutchison di luar Tiongkok ini akan memungkinkan MSC untuk naik peringkat dalam daftar terminal global, setelah sebelumnya berada di bawah PSA International dan lainnya.

Hutchison Ports sendiri merupakan operator terminal global pertama yang memperluas bisnisnya ke luar Hong Kong pada awal 1990-an, dengan investasi di Felixstowe dan Shenzhen.

Dalam beberapa dekade, Hutchison berhasil membangun jaringan terminal peti kemas terbesar di dunia, sejalan dengan ekspansi bisnis konglomerat tersebut di bidang properti, telekomunikasi, dan ritel.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Namun, dalam 20 tahun terakhir, dominasi Hutchison Ports menurun, dari posisi pertama ke peringkat keenam di antara operator terminal global.