Skip to content

COSCO Incar PSCH Tuas, Simpul Supply Chain Masa Depan Global

Satu langkah strategis baru tengah diambil COSCO Shipping, raksasa pelayaran asal Tiongkok, dalam mengukuhkan pijakannya di pusat logistik Asia Tenggara. Bersama PSA Singapura, perusahaan ini menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk menjajaki peluang kerja sama di kawasan logistik Pelabuhan Tuas, pelabuhan masa depan yang tengah dibangun di ujung barat Negeri Singa.

Kolaborasi ini bukan sekadar perluasan usaha biasa. Lewat Goldlead Supply Chain Development (Asia Tenggara), anak usaha pantungan antara COSCO Shipping Holdings dengan COSCO Shipping International (Singapore), COSCO berencana masuk lebih dalam ke sektor logistik dan pergudangan yang terintegrasi dengan pelabuhan.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

“Lokasi strategis Singapura dan fasilitas canggih PSA menjadikan kolaborasi ini sangat cocok,” ujar Zhou Ganfei, CEO Goldlead, dalam pernyataan resminya. Ia menambahkan, kedekatan fasilitas baru dengan dermaga utama akan memangkas waktu pengiriman dan meningkatkan efisiensi layanan untuk kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya.

Kerja sama ini akan difokuskan di PSA Supply Chain Hub (PSCH), Tuas, fasilitas logistik terpadu yang mulai dibangun sejak Oktober tahun lalu. Dengan luas lebih dari 2 juta kaki persegi dan berada di zona perdagangan bebas (free trade zone), PSCH ditargetkan beroperasi pada tahun 2027.

PSA sendiri telah lama dikenal sebagai operator terminal kelas dunia, namun melalui proyek PSCH, mereka bertransformasi menjadi penyedia solusi logistik menyeluruh. Fasilitas ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai fungsi vital: stasiun pengiriman peti kemas, pusat distribusi regional, gudang berpendingin, hingga penanganan barang-barang berbahaya.

Menurut Seow Hwee, Head of Port Ecosystem PSA untuk Asia Tenggara, kolaborasi ini mencerminkan strategi jangka panjang PSA dalam memperkuat peran Singapura sebagai simpul logistik global.

“Kami ingin membangun ekosistem yang tangguh dan adaptif,” katanya. “Kemitraan ini menegaskan komitmen kami untuk menyediakan solusi rantai pasok terintegrasi, selaras dengan meningkatnya kebutuhan konektivitas logistik di kawasan.”

Pelabuhan Tuas sendiri menjadi bagian penting dalam transformasi jangka panjang pelabuhan Singapura. Ketika sepenuhnya rampung pada dekade 2040-an, Tuas akan menjadi pelabuhan otomatis terbesar di dunia, dengan kapasitas menangani hingga 65 juta TEU (twenty-foot equivalent units) per tahun. Sebuah lompatan signifikan dari pelabuhan-pelabuhan eksisting yang telah membuat Singapura menjadi simpul aktivitas supply chain global.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Dalam konteks geopolitik dan rantai pasok global yang terus bergejolak, langkah COSCO dan PSA ini tampak seperti penegasan bahwa masa depan logistik akan dimenangkan oleh yang mampu membangun sistem, bukan sekadar infrastruktur.