Skip to content

ILA dan USMX Capai Kesepakatan, Rencana Mogok di Pelabuhan AS Batal

Asosiasi Pekerja Pelabuhan Internasional (International Longshoremen’s Association/ILA) dan Aliansi Usaha Maritim Amerika Serikat (United States Maritime Alliance/USMX) telah mencapai kesepakatan sementara mengenai kontrak baru berdurasi enam tahun. Kesepakatan ini akan menggantikan kontrak sebelumnya yang masa berlakunya telah diperpanjang setelah pemogokan singkat pada Oktober 2024.

Kedua pihak mengeluarkan pernyataan bersama pada Rabu malam, yang menyatakan bahwa “kedua belah pihak sepakat untuk terus beroperasi berdasarkan kontrak yang ada hingga serikat pekerja dapat bertemu dengan Komite Upah Wage Scale Committee untuk menyelesaikan ratifikasi dan pemungutan suara, serta memberikan kesempatan bagi anggota USMX untuk meratifikasi ketentuan kontrak final.”

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Perjanjian tersebut mencakup sekitar 25.000 pekerja serikat yang terlibat dalam penanganan peti kemas di 14 pelabuhan dan pusat kargo maritim dari Texas hingga Boston. Namun, pekerja kapal RoRo, yang juga terpengaruh oleh penghentian kerja pada Oktober, tidak termasuk dalam kesepakatan baru ini.

Dalam kompromi yang menguntungkan kedua belah pihak, kedua kelompok memperoleh apa yang mereka harapkan. Sumber yang mengetahui isi kesepakatan tersebut mengatakan sebagaimana ditulis FreightWaves, operator terminal dan operator kapal mendapatkan hak yang lebih luas untuk memperkenalkan peralatan (RTG) otomatis semi-automated rail-mounted gantry cranes serta teknologi lainnya yang dianggap perlu untuk meningkatkan efisiensi dalam penanganan kontainer.

Di sisi lain, serikat pekerja memperoleh jaminan pekerjaan baru yang akan terkait langsung dengan peralatan tersebut, dengan pekerjaan yang berhubungan peralatan tersebut termasuk di antara yang bergaji tertinggi di kalangan pekerja pelabuhan.

Kedua belah pihak sebelumnya telah menyetujui kenaikan gaji sebesar 62% setelah pemogokan pada Oktober, meskipun hal tersebut bergantung pada penyelesaian kontrak baru. Beberapa rincian terkait manfaat dan royalti kontainer masih harus dibahas lebih lanjut.

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, jika kesepakatan final tidak tercapai, pekerja pelabuhan akan melakukan aksi mogok 15 Januari, saat masa perpanjangan kontrak berakhir.

Presiden Joe Biden sebelumnya memilih untuk tidak campur tangan selama pemogokan Oktober. Pada saat yang sama, Presiden ILA Harold Daggett berhasil mengkampantekan bahwa pelayaran asing sebagai pihak yang meraup miliaran dolar laba dari AS yang berasal dari pekerja pelabuhan yang bergaji rendah, serta menyatakan bahwa teknologi otomasi dapat menghilangkan pekerjaan serikat pekerja.

Kontrak kerja sama pelabuhan yang dinegosiasikan pada tahun 2018 secara khusus melarang penggunaan teknologi otomasi penuh.

Potensi pemogokan tersebut dapat terjadi bersamaan dengan dimulainya masa jabatan kedua Presiden terpilih Donald Trump. Meski Trump belum mengungkapkan apakah tindakan federal akan diambil kali ini, pada bulan Desember lalu, ia secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap serikat pekerja yang menentang otomasi.

Dalam pernyataan terpisah pada hari Rabu, ILA mengungkapkan bahwa dukungan Trump berperan penting dalam mencapai kesepakatan kontrak baru ini. Serikat pekerja juga mengungkapkan bahwa ketika Daggett dan putranya, Dennis Daggett, yang juga seorang pejabat serikat pekerja, bertemu dengan Trump di Mar-a-Lago pada bulan Desember, Presiden terpilih tersebut berbicara melalui telepon dengan pejabat USMX untuk menyatakan dukungannya terhadap ILA.

Rincian perjanjian sementara ini tidak akan diumumkan selama proses negosiasi dan ratifikasi akhir, yang diperkirakan akan berlangsung hingga musim panas.

Para pedagang retail di AS menyambut gembira atas tercapainya kesepakatan tersebut sehingga menghindari terjadinya mogok yang berpotensi pada gangguan distribusi barang.

“Kami senang melihat ILA dan USMX akhirnya mencapai kesepakatan kontrak baru, karena pelabuhan-pelabuhan di Pantai Timur dan Gulf Coast AS memainkan peran yang sangat penting dalam rantai pasokan ritel,” kata Jonathan Gold, Wakil Presiden Ritel Nasional, dalam sebuah pernyataan.

“Memberikan kepastian melalui kontrak baru dan menghindari gangguan lebih lanjut sangat penting untuk memastikan barang-barang ritel tiba tepat waktu kepada konsumen.”

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

“Perjanjian ini juga membuka jalan bagi modernisasi yang sangat dibutuhkan, yang krusial untuk pertumbuhan masa depan pelabuhan-pelabuhan ini serta ketahanan rantai pasokan negara kita secara keseluruhan.”