Skip to content

Persaingan Tiga Pelayaran Teratas dalam Merebut Pangsa Pasar Global

Persaingan di industri pelayaran global semakin ketat, dengan tiga perusahaan besar—MSC, Maersk, dan CMA CGM—bersaing untuk merebut pangsa pasar dan memperluas armada mereka.

Menurut analisis Alphaliner, MSC yang saat ini menduduki peringkat pertama setelah menggeser Maersk dua tahun lalu, terus memperkuat posisinya dengan agresivitasnya dalam penambahan armada baru. Dalam dua bulan pertama tahun ini saja, perusahaan pelayaran asal Swiss ini telah menambah armada baru dengan total kapasitas mencapai 400.000 TEU.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Tambahan ini membuat pangsa pasar MSC dalam pasar global naik satu poin persentase. Kini MSC menguasai 19,8% dari total kapasitas kapal kontainer global, naik dari 18,8% pada Juli 2023. Angka ini merupakan rekor tertinggi yang pernah dicapai oleh satu operator pelayaran, lebih tinggi dari rekor Maersk pada tahun 2018 yang tercatat sebesar 19,4%.

Namun, sejak saat itu, Maersk mengalami penurunan pangsa pasar selama lima tahun berturut-turut. Hingga Juli 2024, perusahaan pelayaran asal Denmark ini tercatat mengalami penurunan lagi, dengan pangsa pasar yang kini hanya mencapai 14,4%, turun 0,8% dibandingkan dengan 15,2% pada bulan Juli 2023.

Sementara itu, perusahaan pelayaran terbesar ke-3 CMA CGM juga menghadapi penurunan pangsa pasar. Pangsa pasar CMA CGM turun dari 12,8% pada akhir Juli 2023 menjadi 12,4% pada Juli 2024. Meskipun demikian, ketiga perusahaan ini tetap mempertahankan posisi mereka sebagai pemain utama dalam industri pelayaran global.

Faktor determinant yang mengubah komposisi persaingan tersebut, menurut Alphaliner adalah strategi pesanan kapal baru yang diterapkan oleh masing-masing perusahaan. MSC dan CMA CGM memiliki pesanan kapal baru yang jauh lebih besar dibandingkan Maersk.

MSC, misalnya, memiliki pesanan kapal baru dengan kapasitas sebesar 1,2 juta TEU, yang setara dengan 20% dari armadanya yang ada saat ini. Dengan pesanan ini, market share MSC diperkirakan akan melampaui 20% dari total kapaitas armada kapal kontener global. Hal ini akan menyebabkan selisihnya dengan Maersk dan CMA CGM semakin jomplang dan akan semakin memperkokoh posisinya sebagai nomor satu.

Begitu pula dengan CMA CGM, yang memiliki kapasitas pesanan kapal baru sebesar 1,15 juta TEU, setara dengan 30,3% dari armada mereka.
Sebaliknya, Maersk hanya memiliki pesanan baru sebanyak 374.966 TEU atau sekitar 8,8% dari armadanya yang ada, dengan target armada berkisar antara 4,1 hingga 4,3 juta TEU.

Alphaliner menyoroti bahwa hal ini dapat membatasi potensi pertumbuhan Maersk di tengah ekspansi pesat dari pesaing-pesaing utamanya, terutama MSC dan CMA CGM.

Sebagai informasi, sepuluh perusahaan pelayaran kontainer terbesar kini mengoperasikan sekitar 83,9% dari total kapasitas armada kapal kontainer global. Dengan adanya pergeseran pangsa pasar yang signifikan, serta penambahan armada oleh pemain utama seperti MSC dan CMA CGM, persaingan di industri pelayaran global dipastikan akan semakin sengit, memengaruhi dinamika pasar, serta memperkuat rivalitas antara para pemain utama di industry ini.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Dalam beberapa tahun ke depan, pemetaan pangsa pasar ini akan terus berkembang, dan kemampuan untuk menambah kapasitas armada serta memperbarui strategi bisnis menjadi kunci utama untuk bertahan di pasar yang semakin kompetitif.