Maersk terus menaikkan kuota slot untuk customer yang bersedia melakukan kontrak jangka panjang (multi-years) dan semakin mengurangi kuota slot buat customer yang bersifat spot market yang biasanya berasal dari forwarder kecil dan menengah. Perusahaan yang membukukan laba bersih sebesar USD24 miliar tahun lalu ini juga menaikkan freight rate kontrak yang oleh sejumlah pengamat menilai akan mendorong perusahaan ini kembali mengantongi untung besar tahun ini.
Memang, kebijakan seperti ini sudah mulai dilakukan sejak tahun lalu. Pada tahun lalu Maersk menaikkan kuota slot kontrak jangka panjang ke level 65%, dari 50% pada tahun 2020. Dan tahun ini kembali dinaikkan ke level 70%.
Itu berarti, hanya menyisakan 30% dari total slot-nya untuk customer non-kontrak atau yang diperuntukkan bagi spot market atau dalam bahasa sederhananya untuk yang bersifat eceran. Forwarder kecil dan menengah biasanya memanfaatkan spot market ini.
Dalam sebuah diskusi baru-baru ini, CEO A.P. Moller-Maersk CEO Soren Skou menjelaskan jumlah kontrak jangka panjang terus meningkat. Bahkan, jangka waktunya pun semakin lama. Jika sebelumnya sebagian besar kontrak multi-years berdurasi tiga tahun, saat ini banyak yang lebih lama. Bahkan ada yang berdurasi hingga 10 tahun.
Vincent Clerc, CEO Maersk untuk Divisi Pelayaran dan Logistics mengatakan sebagian dari kontrak multi-years ini berjalan dengan skema fixed rate (harga tetap) selama dua tahun. Namun sebagian besar memilih skema non-fixed rate dengan durasi 3-10 tahun. Artinya, kendati ada kontrak, akan ada penyesuaian freight rate sesuai dengan perkembangan pasar.
Dengan membuka peluang lebih besar dan memberikan kuota slot lebih banyak ke customer kontrak multi-years, Clerc mengakui porsi kuota untuk forwarder akan semakin kecil.
“Dengan menaikkan kuota ke 70%, itu berarti kami semakin banyak memberikan slot ke customer kontrak dan secara otomatis slot ke forwarder akan berkurang. Pada tahun ini (2022), slot ke forwarder akan tersisa sekitar 25-30%,” kata Clerc.
Rate Kontrak Naik 50%
Clerc mengakui sebenarnya keuntungan dari penjualan non-kontrak (spot market) jauh lebih tinggi. “Kami akui, sebenarnya keuntungan dari penjualan ke forwarder dengan harga spot rate jauh lebih tinggi, karena saat ini harga spot rate jauh lebih tinggi. Namun, kami memutuskan untuk tidak mengambil kesempatan itu dan lebih mementingkan relasi yang bersifat jangka Panjang,” tegas Clerc.
Menurut Skou, rata-rata rate kontrak multi-years Maersk tahun lalu (2021) sebesar $3.000/FEU (forty-feet equivalent unit), naik 50% dari level pra-pandemi 2019-2020 yang nilainya sebesar $2.000/FEU. Tahun ini, katanya, rate kontrak akan naik sebesar $800 atau menjadi rata-rata $3.800/FEU.
Namun, Skou mengakui jika pembaharuan kontrak sering terjadi walau kontrak lama masih berjalan. “Sering terjadi customer meminta pembaharuan di tengah jalan karena mereka ingin tambah volume. Kami terbuka dengan customer dengan melakukan kontrak baru di luar siklus normal dan menambahkan kapasitas lebih banyak kepada mereka. Jadi, banyak hal yang terjadi dengan sejumlah alasan,” jelasnya.
Gangguan Rantai Pasok Lanjut, Pasar Stabil Hingga Q2
Maersk perkirakan pendapatan tahun ini (2022) akan sama seperti tahun lalu. Gangguan rantai pasok akan terus berlanjut hingga semester pertama tahun ini dan akan stabil di akhir tahun.
Peningkatan pendapatan Maersk tahun lalu dibantu oleh tingginya rekor freight rates yang disebabkan oleh kemacetan terkait pandemi di pelabuhan, kekurangan peti kemas, dan lonjakan permintaan konsumen. Skou
“Kondisi pasar yang luar biasa menghasilkan rekor pertumbuhan dan profitabilitas yang tinggi di Maersk, namun juga menyebabkan gangguan rantai pasok dan tantangan berat bagi pelanggan kami dan kami melihat situasi pasar saat ini akan bertahan hingga kuartal kedua tahun 2022,” kata selaku Skou.
Maersk mengatakan pihaknya memperkirakan pendapatan pokok tahun ini sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi adalah sekitar USD 24 miliar, hampir sama dengan pendapatan tahun lalu, namun sedikit di bawah angka yang diprediksi sejumlah analis.
Sejumlah analis memprediksi keuntungan Maersk tahun ini bisa mencapai USD 34 miliar.
Perusahaan mengulangi hasil awal kuartal keempat yang diterbitkan pada 14 Januari, ketika perusahaan mengatakan penurunan volume peti kemas laut sebesar 4% mengimbangi lebih dari peningkatan freight rates sebesar 80% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Source: Dirangkum dari sejumlah sumber

