Aksi ZIM, perusahaan pelayaran Israel dan salah satu yang masuk top-ten pemain industri angkutan peti kemas global, benar-benar mencengangkan baik bagi penyedia kapal charter maupun para rival-nya. Di saat para rival-nya, perusahaan pelayaran peti kemas tentunya, sedang sangat hati-hati dalam melakukan penambahan kapasitas, ZIM justru sebaliknya, begitu agresif.
Dalam 12 bulan terakhir, menurut data Alphaliner, ZIM tercatat sebagai pelayaran yang paling banyak memesan penambahan kapal, terutama lewat skema charter. Ada 120 armada tambahan yang sudah dipesan ZIM dalam setahun terakhir.
Padahal, saat ini, baik harga pembangunan baru maupun harga charter sedang tinggi-tinginya. Mulai tahun lalu, harga charter naik empat (4) kali lipat dari harga normal pra-pandemi. Tidak hanya itu, para pemilik kapal charter pun sedang jual mahal – mematok harga tinggi dengan jangka waktu sewa yang jauh lebih lama.
Tak heran jika banyak operator (perusahaan pelayaran) jadi ‘keder’ atau setidak-tidaknya sangat hati-hati. Memang, freight rate saat ini lagi tinggi dan sedang bagus-bagusnya. Dengan freight rate yang tinggi, pembayaran charter yang mahal pun tak masalah. Tetapi, tak ada yang tahu, hal ini bisa berlangsung sampai kapan. Jika freight rate tiba-tiba turun, ini akan menjadi pukulan berat bagi operator yang sudah terlanjur investasi, baik dengan skema pengadaan baru maupun lewat kontrak charter berdurasi jangka panjang. Tak heran, banyak yang terkesima dengan langkah ZIM ini.
“Saat ini, apa yang dicari pemilik kapal (perusahaan charter) adalah harga yang bagus (tinggi) dengan jangka waktu charter yang lama. ZIM memenuhi harapan mereka,” kata seorang broker sebagaimana ditulis The Loadstar.
Menurut data Alphaliner, ZIM telah menyepakati charter untuk 50 kapal selama tiga tahun, 18 kapal dengan jangka waktu lima tahun dan 29 kapal untuk jangka waktu hingga 12 tahun.
Memang, setelah menjadi perusahaan publik tahun lalu, ZIM semakin agresif dalam penambahan kapal. Sebelum IPO setahun yang lalu, ZIM mengoperasikan 82 kapal dengan total kapasitas 360,000 TEUs. Dalam setahun, jumlah kapal yang dioperasikan ZIM meningkat jadi 114 unit dengan kapasitas mencapai 425.000 TEUs.
Di samping charter kapal yang sudah ada, ZIM juga booking di depan untuk mencarter kapal-kapal yang akan dibangun. Tercatat, ada 40 unit pesanan kapal baru, dengan total kapasitas mencapai 360.000 TEUs yang sudah di-booking ZIM untuk di-charter. Jika nanti kapal-kapal ini mulai beroperasi, ZIM akan menjadi perusahaan pelayaran global terbesar ke-9, menggeser Yang Ming.
Mengomentari berbagai langkah tersebut, Eli Glickman, CEO ZIM, mengatakan apa yang dilakukan perusahaan ini merupakan strategi dalam mengamankan volume pengiriman yang diprediksi akan terus tumbuh signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
“Kami terus menjalankan strategi kami untuk mencarter kapal yang sangat bermanfaat untuk melayani pelanggan kami dengan sebaik-baiknya dan secara berkelanjutan pada seluruh jaringan global kami,” kata Glickman setelah penandatanganan kontrak charter dengan sebuah perusahaan Yunani, Navios.
ZIM baru saja melakukan penandatangan charter lima (5) kapal bekas dan delapan (8) kapal baru dengan Navios. “Kerja sama charter dengan Navios ini akan memperkuat posisi kami dalam menyediakan kapal dari berbagai ukuran terhadap pelanggan-pelanggan kami,” kata Glickman.
ZIM diperkirakan membukukan laba bersih sebesar $5,4 – $5,6 miliar pada tahun lalu (2021). Menurut laporan terakhir, laba bersih perusahaan ini pada kuartal ke-3 tahun lalu (Q3 2021) tercatat sebesar $1,46 miliar. Laba pada Q4 diperkirakan lebih tinggi yang ditopang oleh tingginya freight rate pada Oktober-Desember 2021.
Para Rival Akhirnya Kepincut Juga
Awalnya, banyak pelayaran yang tercengang dengan langkah ZIM dan keberatan dengan skema charter jangka panjang yang diminta para perusahaan charter. Apalagi dengan tariff charter yang luar biasa mahalnya, lebih dari empat kali lipat harga normal pra-pandemi. Namun, sikap konservatif itu tampaknya telah bergeser sejak pergantian tahun.
Memasuki awal tahun ini, banyak perussahaan pelayaran yang yakin harga freight yang bagus (tinggi) masih akan berlangsung dalam waktu yang lama. Hal ini menjanjikan pendapatan mereka yang tinggi sehingga pada akhirnya bisa menutupi biaya charter. Keyakinan ini turut mendorong mereka mengikuti apa yang telah dilakukan ZIM – menerima kontrak charter jangka Panjang.
Memang, para perusahaan pelayaran juga memilik kekwatiran akan potensi over capacity. Namun, adanya aturan baru terkait lingkungan diperkirakan akan memaksa mereka untuk mengurangi kecepatan sebagai salah satu jalan keluar bagi kapal-kapal yang belum memenuhi standard baru. Itu artinya, pasar akan butuh kapal dalam jumlah yang lebih banyak untuk menjaga frekwensi layanan.
Pada akhirnya, banyak pelayaran yang ikut kepincut denga apa yang dilakukan ZIM dengan menandatangi kontrak charter dengan tariff tetap (fixed rate) berdurasi tiga (3) hingga lima (5) tahun.

