Sebuah sumber industri mengungkapkan kepada S&P Global Platts bahwa konsumen India cemas imbas dari ketidakjelasan pengiriman minyak bunga matahari asal Ukraina menyebabkan mereka beralih ke minyak sawit mentah asal Malaysia guna memenuhi permintaan selama sebulan menjelang Ramadhan yang dimulai pada awal April mendatang.
Vivek Pathak, Direktur perusahaan importir minyak bunga matahari berbasis di India, Athena Tradewinds mengungkapkan, “Kepanikan terjadi, khususnya di India tentang rantai pasokan mengakibatkan konsumen mencari alternatif untuk menutupi kebutuhan minyak dari setiap sumber dan harga yang diminta,”.
Pathak menambahkan, India membeli minyak bunga matahari sekitar 250.000 mt setiap bulannya. Sebanyak 500.000 mt (Februari) dan sekitar 450.000 mt (Maret) minyak bunga matahari diperkirakan akan dikirim dari Ukraina.
Saat ini konsumen tidak melakukan pesanan baru, karena mereka belum dapat melacak pengiriman sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari lalu.
CGS-CIMB Research mengatakan, Ukraina menyumbang sekitar 46% dari ekspor minyak bunga matahari dunia dan perang yang sedang berlangsung saat ini merupakan gangguan yang signifikan terhadap arus perdagangan minyak nabati edible global karena pasar sedang mencari peningkatan ekspor minyak bunga matahari dari Ukraina untuk mengurangi sebagian pasokan yang ketat di pasar minyak edible global saat ini.
Harga minyak nabati melonjak
“Perang yang sedang berlangsung antara Rusia dan Ukraina menyebabkan perdagangan minyak sawit tidak seperti sebelumnya, sementara ekspor minyak sawit 1-25 Februari dari Malaysia terlihat menguat menjadi sekitar 1,1 juta mt,” ungkap Anil Kumar Bagani, kepala peneliti Sunvin Group, perusahaan pialang minyak nabati yang berbasis di Mumbai.
Dengan beralihnya konsumen utama ke minyak sawit dan minyak kedelai guna mengamankan pasokan minyak nabati menjelang bulan Ramadhan, menyebabkan spot month minyak sawit pada bursa komoditas Malaysia melonjak melewati MR 8.000/mt (USD 1.908,40) pada 1 Maret, melonjak sebesar 7% selama morning trade 1 Maret
Kontrak Mei yang paling aktif diperdagangkan di Bursa Malaysia Derivatives naik sebesar 5% (MR 6.620/mt) pada midday 1 Maret dan diperdagangkan jauh di atas level tertinggi terakhir sepanjang masa (MR 6.470/mt), yang dicapai pada 25 Februari.
Data Platts menunjukkan, pada 28 Februari, minyak bunga matahari FOB Black Sea Ukraina dinilai pada USD 1,950.50/mt, naik sebesar USD 470,50 dari semula USD 1.480/mt pada 23 Februari. Platts telah menghentikan penilaian SFO Black Sea sejak 24 Februari. Nilai tersebut merupakan yang tertinggi yang dicapai SFO FOB Black Sea sejak Platts pertama kali memulai penilaian pada 10 Desember 2018.
“Perang diperkirakan akan mengganggu pemrosesan dan ekspor tanaman biji minyak Ukraina setidaknya selama sebulan, yang akan mengekang aliran biji bunga matahari ke UE,” ungkap peneliti minyak sawit RHB Futures. “Volatilitas tetap tinggi karena pasar menyesuaikan diri dengan dinamika baru, sehingga jelas bahwa hal-hal yang bersifat fundamental dapat berubah-ubah ke depannya.”

