Skip to content

Perang Ukraina Tutup Jalur Kereta Api, 1,5 Juta Kontainer Kembali ke Laut

Invasi Rusia ke Ukraina telah menutup jalur kereta api China-Eropa. Hal ini memaksa sekitar 1,5 juta kontainer (total dalam setahun) dari China dan Asia pada umumnya dengan tujuan Eropa akan kembali menggunakan moda transportasi laut.

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, dalam beberapa tahun terakhir, menyusul beroperasinya jalur kereta api yang menghubungkan China dengan Eropa lewat Rusia dan Ukraina atau lebih dikenal sebagai ‘silk road’ (jalur sutera baru), dalam setahun, sekitar 1,5 juta kontainer diangkut melalui moda tersebut. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 5-8% dari total volume container perdagangan Asia dan Eropa.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Menurut laporan UNCTAD (United Nations Conference on Trade and Development), dengan alasan keamanan serta adanya kerusakan pada beberapa bagian dari jaringan kereta api, sejumlah perusahaan jasa pengiriman terpaksa mengehntikan sementara layanannya melalui moda tersebut dan untuk sementara mengentikan layanan booking terhadap customer-nya.

Rusia dan Ukraina merupakan dua negara sebagai jembatan utama Euroasia yang menghubungkan Asia dan Eropa, khususnya untuk angkutan darat dan kereta api.

“Demi alasan keamanan dan serta adanya penutupan wilayah Rusia baik udara maupun darat untuk 36 negara, beberapa perusahaan ekspedisi saat ini merekomendasikan untuk tidak memesan pengiriman via darat, baik angkutan truk  maupun kereta api antara Asia dan Eropa,” kata UNCTAD.

Padahal,  selama merebaknya pandemi covid-19 dalam dua tahun terakhir yang mengakibatkan terganggunya rantai pasok karena kongesti di pelabuhan, banyak pengiriman dari Asia, khususnya dari China ke Eropa, beralih dari angkutan laut ke kereta api, udara, dan bahkan truk.

Apalagi, kemacetan yang parah di pelabuhan serta kenaikan operating cost pelayaran berdampak pada kenaikan ocean freight rate yang luar biasa. Pengalihan ke moda darat dengan menggunakan truk dan kereta api sangat membantu mengatasi permasalahan di sektor angkutan laut selama pandemi.

Menurut laporan UNCTAD, pada tahun lalu (2021), jalur kereta api China-Eropa mengangkut kurang lebih 1,5 juta kontainer. Dengan penutupan jalur kereta api sebagai dampak dari perang di Ukraina, kontainer-kontainer tersebut akan kembali menggunakan moda transportasi laut.

“Ini berpotensi menambah kepadatan pada moda shipping, karena ada potensi penambahan sekitar 1,5 juta box yang beraih dari moda kereta api,” kata UNCTAD dalam laporannya.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Hal ini akan memicu memperparah masalah kekurangan space kapal dan kenaikan ocean freight rate yang saat ini masih tinggi.