Kendati kemacetan mungkin berkurang di pelabuhan-pelabuhan utama di AS, namun permasalahanya masih belum selesai di pelabuhan-pelabuhan di belahan dunia lain, terutama Eropa.
Dalam pembaruan pasar minggu lalu, Hapag Lloyd mengindikasikan bahwa hal tersebut akan mengakibatkan adanya biaya tambahan kemacetan di dua pelabuhan Prancis.
“Kemacetan di Le Havre dan Fos-Mer telah mencapai tingkat kritis. Oleh karena itu, biaya tambahan kemacetan mulai berlaku untuk semua truk pengangkut impor dan ekspor, untuk semua jenis peti kemas,” ungkap Hapag Lloyd.
Selain itu, terminal utama Eropa lainnya juga mengalami penurunan produktivitas, terutama disebabkan oleh kekurangan tenaga kerja dan kongesti pelabuhan.
Kendati operasi pelabuhan di Antwerpen tetap stabil, namun musim liburan yang akan datang dapat menyebabkan berkurangnya ketersediaan tenaga kerja. Pemanfaatan pelataran pelabuhan rata-rata mencapai 80%, mengindikasikan bahwa sebagian besar penyimpanan di pelabuhan sudah terisi.
Situasi yang hampir serupa terlihat di Europe Container Terminals (ECT), Rotterdam di mana ruang pelataran pelabuhan mencapai 85% penuh, sementara pemanfaatan plug 100% dipenuhi oleh reefer. Waktu tunggu yang lama juga diamati untuk transshipment dan kargo impor, meskipun ada peningkatan dalam tingkat pengambilan.
Di Container Terminal Burchardkai (CTB) Hamburg, Jerman, perselisihan buruh yang sedang berlangsung menyebabkan penundaan dan penumpukan peti kemas. Saat ini, pemanfaatan pelataran pelabuhan mencapai 83%, terutama karena waktu tinggal dan waktu penjemputan yang lebih lama untuk impor.
Di Pelabuhan Southampton, London, ruang pelataran pelabuhan yang digunakan adalah 81%, tetapi situasinya dapat dikelola di terminal reefer, dengan hanya 65% ruang yang digunakan.
Hebatnya, ada tenaga kerja yang cukup dikerahkan di London Gateway Port. Situasi keseluruhan berada pada level yang baik meskipun pelabuhan memiliki barisan kapal yang sibuk.
Di banyak bagian Eropa lainnya, termasuk Polandia, Denmark, Swedia dan Finlandia, ketersediaan truk yang terbatas terus menghambat pergerakan barang.
