Yang Ming (Yang Ming Marine Transport Corp.) membukukan kenaikan laba yang fantastis pada tahun 2024. Kenaikan tersebut dipicu oleh krisis di Laut Merah yang menyebabkan adanya lonjakan freigh rate serta pasar Asia yang sedang berkembang.
Dalam laporan keuangan yang baru saja di-release sebagaimana dikutip media online freight wave, perusahaan pelayaran asal Taiwan membukukan pendapatan sebesar $6,94 miliar pada tahun 2024, naik signifikan dibanding 2023 sebesar $4,51 miliar pada 2023.
Sementara itu, laba bersih setelah pajak juga melonjak tajam menjadi $2 miliar, dari sebelumnya (2023) yang tercatat hanya $153 juta.
Pencapaian positif ini didorong oleh peningkatan kapasitas pengiriman peti kemas global, yang bertambah sekitar 3 juta TEUs.
Yang Ming juga menggarisbawahi, kendati ada tambahan kapasitas (kapal) yang dioperasikan sepanjang 2024, namun tidak terjadi overcapacity. Ada sejumlah faktor yang membantu keseimbangan tersebut terjaga, khususnya karena pengalihan rute pelayaran akibat krisis di Laut Merah dan serta kongesti di sejumlah pelabuhan utama.
Selain itu, kinerja ekonomi yang solid di pasar-pasar Asia yang sedang berkembang turut memberikan keuntungan bagi perusahaan.
Sepanjang tiga kuartal pertama tahun 2024, pasar angkutan laut menunjukkan kondisi yang menguntungkan, dengan peningkatan volume kargo dan tarif angkutan yang lebih tinggi.
Meskipun Yang Ming tidak mengungkapkan volume peti kemas setahun penuh, perusahaan ini tetap optimis melihat prospek tahun depan.
Inisiatif Strategis Hadapi Tantangan 2025
Yang Ming optmis pasar tahun ini (2025) tetap tumbuh. Perusahaan ini menggunakan data Alphaliner yang memproyeksikan adanya peningkatan kapasitas pengiriman sebesar 5,7% dan pertumbuhan permintaan sekitar 2,5% sebagai rujukan dalam menetapkan target tahun ini.
Kendati demikian, Yang Ming tetap mengingatkan potensi ketidakpastian yang masih membayang, termasuk potensi perubahan tarif di AS dan masalah keamanan yang berlanjut di wilayah Laut Merah. Selain itu, peraturan lingkungan Uni Eropa juga menjadi tantangan baru dalam hal kepatuhan pengiriman.
Untuk menghadapi tantangan-tantanmgan tersebut, perusahaan tengah menjalankan beberapa inisiatif strategis, antara lain memperkuat bisnis inti, memperluas aliansi yang sudah ada, mempercepat strategi rute regional, serta menembus pasar-pasar yang sedang berkembang.
Selain itu, perusahaan juga akan fokus pada pengoptimalan armada untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mempercepat rencana pengadaan kapal baru.
Yang Ming sedang memesan kapal baru sebanyak 13 unit dengan kapasitas antara 8.000 hingga 15.000 TEU. Kapal-kapal ini dilengkapi dengan teknologi bahan bakar ganda, termasuk kapal yang dapat menggunakan bahan bakar gas alam cair. Kapal-kapal ini diperkirakan akan beroperasi terutama dalam layanan intra-Asia.

