Skip to content

Freight Rate ke Timur Tengah Melambung, Maersk Hentikan Call ke Pelabuhan Haifa

Saling serang antara Israel dengan Iran dalam seminggu terakhir tak hanya mengusik politik kawasan, tetapi juga mengguncang jalur niaga global. Dalam sepekan terakhir, tariff (freight rate) dari Shanghai ke pelabuhan Jebel Ali di Uni Emirat Arab melambung drastis.

Kenaikan ini mencerminkan kekhawatiran industri pelayaran terhadap potensi meluasnya konflik antara Iran dan Israel.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Menurut data dari Xeneta, sebagaimana ditulis gcaptain.com, spot rate rata-rata dari Shanghai ke Jebel Ali melonjak 55%, dibanding bulan sebelumnya, menjadi 2.761 dolar AS per FEU.

Peter Sand, Kepala Analis Xeneta, menilai lonjakan tersebut sebagai refleksi atas meningkatnya risiko operasional di jalur pelayaran yang melintasi wilayah konflik.

“Kondisi keamanan yang memburuk memaksa operator mengambil langkah ekstra,” tulis Sand dalam catatannya.

“Mulai dari penambahan pengamanan, percepatan kecepatan berlayar untuk menghindari wilayah rawan, hingga lonjakan biaya bahan bakar bunker.”

Situasi makin meruncing saat Maersk, raksasa pelayaran asal Denmark, mengumumkan penangguhan sementara kunjungan kapal ke Pelabuhan Haifa, Israel. Pelabuhan terbesar negara itu, yang kini dioperasikan oleh konglomerat India, Adani Group, sempat menjadi target rudal Iran dalam beberapa pekan terakhir.

Meskipun tak mengalami kerusakan fisik, kekhawatiran terhadap keselamatan kru dan kapal membuat Maersk memilih menunda sementara operasionalnya di sana.

Langkah ini menyusul gelombang disinformasi di media sosial Iran yang menyebut pelabuhan Haifa terbakar, klaim yang langsung dibantah oleh manajemen pelabuhan dan otoritas setempat.

Meski sejauh ini belum ada pengumuman resmi dari operator besar lain soal perubahan rute ke Teluk Arab, Sand memperingatkan eskalasi konflik berpotensi memicu gangguan serius pada rantai pasok global.

“Risiko tetap nyata,” katanya, “dan jika ketegangan memuncak, lonjakan tarif serta keterlambatan pengiriman bisa menjadi keniscayaan.”

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Di tengah situasi yang tidak menentu, perusahaan pelayaran dan logistik dunia kini kembali harus menavigasi jalur yang tak hanya dipenuhi kontainer dan komoditas, tetapi juga ancaman dan ketidakpastian geopolitik.