Skip to content

IPCC Management Walkthrough ke Terminal Satelit Kendaraan Makassar, Tinjau Infrastruktur Terminal dan Kesiapan Distribusi EV

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX:IPCC), operator terminal kendaraan Sub Holding Multi Terminal (SPMT), menggelar Management Walkhtrough ke Terminal Kendaraan Satelit Makassar, Sulawesi Selatan dalam rangka meninjau kegiatan operasional, dan infrastruktur terminal pelabuhan tersebut.

Rombongan manajemen yang terdiri dari jajaran Dewan Komisaris Herry Ardianto dan Tri Hidayat selaku Komisaris Independen didampingi oleh Wing Megantoro selaku Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko IPCC, serta jajaran datang melihat langsung kinerja operasional di Terminal Kendaraan Makassar, hub distribusi kendaraan ke Indonesia Timur.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Dengan YOR (yard occupancy ratio) yang cukup padat diatas 60% dalam 2 (dua) bulan terakhir, menunjukan bahwa Makassar menjadi primadona di Indonesia Timur dan dibutuhkan penambahan lahan guna menunjang aktivitas bongkar muat di Makassar.

Sebagai langkah strategis Perusahaan dalam pelayanan, rombongan mengunjungi area yang dapat dijadikan sebagai lahan penumpukan kendaraan seperti area Terminal Petikemas Makassar (TPM) yang akan dipakai sebagai penunjang produktivitas.

Tercatat, kunjungan kapal di Terminal Satelit Makassar bulan Agustus 2025 tercatat sebanyak 50 ship call dan 50 kunjungan YOY, secara total kunjungan sampai dengan Agustus 2025 sebanyak 365 kunjungan kapal mengalami kenaikan YOY sebanyak 1% atau 361 kunjungan pada tahun 2024 periode yang sama.

Arus kargo kendaraan secara konsolidasi sampai dengan Agustus 2025 tercatat sebanyak 150.447 unit dengan detail CBU sebanyak 59.042 unit, Alat Berat 3.155 unit, Bus/Truck 17.679 unit dan Motor 74.503 unit.

“Sebagai salah satu Terminal Satelit dengan angka pertumbuhan kendaraan terbesar di Terminal Satelit, IPCC berusaha untuk selalu meningkatkan pelayanan prima dengan langkah strategis menambah lahan penumpukan untuk memenuhi kebutuhan pasar,” kata Komisaris Herry.

Sebagai langkah strategis Perusahaan dalam mendukung program Pemerintah dalam pendistribusian kendaraan listrik (Electric Vehicle) ke seluruh Indonesia, pada hari berikutnya rombongan melakukan kunjungan ke Dermaga Terminal Petikemas Makassar yang rencananya akan dioperasikan oleh IPCC.

IPCC terus fokus dalam pengembangan Terminal Satelit sehingga dapat terintegrasi antara Jakarta dengan daerah lainnya.

“IPCC memiliki peran penting dalam distribusi kendaraan dari Makassar menuju Indonesia Timur seperti Maluku, Papua dan Sulawesi terutama dalam pendistribusian kendaraan listrik. IPCC akan terus berupaya dalam peningkatan pelayanan prima Terminal Kendaraan,” tutup Direktur Wing.

Strategi pengambangan

Rencana pertama yang akan dilakukan IPCC untuk Satelit Kendaraan Makassar adalah dengan pemanfatan lapangan 202 / Blok S yang punya kapasitas 11.792 unit. Saat ini lapangan 202 digunakan oleh PT Multi Terminal Indonesia (MTI Multi SCM).

Lapangan 202/Blok S akan diblocking menjadi 3 area yaitu lapangan buffer truk-truk kargo dari kapal Ropax (Roro Penumpang), parkir karyawan dan lapangan penumpukan kargo kendaraan kecil milik IPCC.

Rencana kedua, secara bertahap IPCC mulai melakukan ekspansi bagi Satelit Kendaraan Makassar dengan menempati area lapangan seluas sekitar 5 hektar dan dermaga sepanjang 500 meter milik Terminal Petikemas Makassar (TPM). Sementara itu TPK Makassar akan direlokasi ke Makassar New Port (MNP).

Ekspansi IPCC dipandang penting untuk mengakomodasi proyeksi peningkatan volume kendaraan dan kargo yang didorong oleh lonjakan pembangunan sektor pertanian, perkebunan, dan pertambangan baik di area Sulawesi dan Kawasan timur Indonesia.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Rencana ini juga sejalan dengan komitmen Pelindo Group untuk mendorong peningkatan infrastruktur pelabuhan dan memperluas layanan logistik secara nasional.