Skip to content

ZIM Segera Melantai di Bursa Efek New York

Perusahaan pelayaran peti kemas, ZIM Integrated Shipping Services, akan segera melantai di Bursa Efek New York, menyusul pengajuan prospektus awal ke Komisi Bursa Efek Amerika Serikat pada Rabu, 31 Desember 2020. 

Perusahaan pelayaran Israel tersebut menargetkan untuk mendapatkan USD 100 juta pada penawaran perdana (IPO), sebagaimana dilansir dari website Manajer investasi IPO Renaissance Capital. 

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

ZIM telah lama berencana untuk memperdagangkan sahamnya di Bursa Efek New York (NYSE) dan akan menjadi perusahaan peti kemas kedua setelah Matson yang terdaftar di Big Board. 

Laporan lain media Israel, Globes, mengatakan ZIM menargetkan angka USD 300 juta – USD 500 juta pada penawaran perdana yang akan menjadikan valuasi mereka sebesar USD 1,5 Miliar. Barclays, Goldman Sachs, dan Citigroup, dilaporkan menjadi yang terdepan dalam memberi ZIM dana untuk mendukung inisiatif pertumbuhan jangka panjang. 

Join Grup Telegram ISG: https://t.me/shippinglogistics

Prospektus tersebut menyoroti bahwa tidak ada ketentuan harga yang diungkapkan, tetapi penggunaannya akan mencakup investasi di kapal, kontainer, dan inisiatif digital lainnya, memperkuat struktur permodalan, mendorong fleksibilitas keuangan, atau mungkin untuk melayani atau membayar hutang tertentu yang belum dibayar.

ZIM menunjukkan kinerja yang kuat pada tahun lalu (2020). Perusahaan ini membukkan pendapatam sebesar USD 2,6 miliar pada sembilan bulan perdana 2020, atau naik 6% dari periode yang sama tahun sebelumnya (2019). 

Laba bersih tercatat sebesar USD 176 juta, jauh lebih tinggi dibanding sembilan bula  perdana 2019 dimana ZIM rugi sebesar USD 10 juta. 

Berdasarkan draft prospektus, ZIM yang merupakan perusahaan pelayaran menengah berdasarkan hitunhan aset, akan fokus pada rute-rute khusus. 

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Per 30 September 2020, ZIM yang memiliki total kapasitas kurang lebih 320 ribu TEUs. Secara global, perusahaan ini melayani 66 rute dan melakukan layanan pada 310 pelabuhan di 80 negara.

Tags: