Baru Pertama Kali Untung, Owner Ingatkan ONE Antisipasi Efek Covid-19 agar Tidak Kembali ke Rapor Merah

Perusahaan pelayaran Jepang Ocean Network Express (ONE) mulai meraih keuntungan. Pada tahun 2019, perusahaan yang berdiri pada 7 Juli 2017 tersebut membukukan laba besrih sebesar US$105 juta.

Hal ini tentu sangat menggembirakan bagi perusahaan patungan tiga pelayaran besar Jepang – NYK, MOL dan “K” Line – setelah menelan kerugian sebesar $586 juta di tahun perdananya beroperasi (2018).

Menurut laporan perusahaan yang berkantor pusat di Singapura tersebut, di samping karena peningkatan market share (volume angkutan), kinerja positif pada tahun 2019 juga ditopang oleh adanya efisiensi dari sisi operasional. Perusahaan ini mampu menggapai target total efisiensi biaya operasional hingga mencapai kurang lebih $1 miliar pada tahun lalu.

Penghematan yang dilakukan terhadap biaya-biaya angkutan darat, terminal, dan perawatan kontener mampu memangkas biaya hingga mencapai $440 juta. Efisiensi juga turut mendapat kontribusi signifikan dari pemangkasan biaya personal hingga mencapai $310 serta penghematan sebagai dampak dari optimalisasi jaringan serta biaya bunker yang mencapai kurang lebih $300 juta.

Sementara itu, total volume yang ditangani ONE selama satu tahun anggaran 2019 mencapai 12,4 juta TEUs. Untuk diketahui, tahun anggaran ONE dimulai April hingga Maret tahun berikutnya.

Kinerja positif ONE sangat terbantu dengan peningkatan volume yang cukup signifikan pada akhir tahun 2019. Selama tiga bulan terakhir 2019 (Q3 menurut kalender ONE), pelayaran ini menangani 585,000 TEU dari rute Transpasifik (Eastbound) dengan tingkat utilisasi mencapai 92%. Sedangkan dari rute Asia-Eropa (Westbound), ONE meng-handle 443,000 TEU selama Oktober-Desember (2019) dengan tingkat utilisasi mencapai 100%.

Kendati pada triwulan terakhir dari kalender ONE (Januari-Maret 2020) perdagangan dan pelayaran terganggu dengan adanya pandemi coronavirus (covid-19) yang menyebabkan terjadinya penurunan volume dan adanya sejumlah biaya tambahan, namun secara umum tidak berdampak signifikan terhadap kinerja tahunan. Apalagi, freight rate pada awal tahun 2020 tetap terjaga cukup stabil sementara sejumlah biaya tambahan dapat ter-cover oleh pengurangan biaya-biaya lain yang sudah dilakukan sebelumnya.

Kendati demikian, dengan kebijakan lockdown pada hampir semua negara yang berimbas pada menurunnya permintaan pada aktivitas perdagangan, tentu akan sangat berdampak pada kinerja pelayaran, termasuk ONE pada tahun anggaran baru (April 2020-Maret 2021).

Pelayaran MOL, salah satu owner ONE, mengakui adanya penurunan volume selama merebaknya covid-19. “Volume saat ini turun sekitar 10-20%. Kendati ONE sudah melakukan pengurangan frekwensi pelayaran untuk mengurangi beban biaya operasional sebagai dampak dari penurunan volume, namun perlu diantisipasi akan adanya penurunan volume yang lebih dalam, sehingga tetap bisa mempertahankan kinerja positif seperti tahun lalu,” kata salah satu eksekutif MOL sebagaimana dikutip schednet.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *