Di Tengah Penurunan Volume, Pendapatan Pelayaran Justru Meningkat Karena Kenaikan Freight Rate

Di tengah menurunnya volume yang ditangani pada triwulan pertama (Q1) 2020, sejumlah perusahaan pelayaran global (container shipping operator) tetap menikmati kinerja keuangan yang positif. Hampir semua perusahaan pelayaran mengalami penurunan volume, namun pada sisi lainnya, menikmati kenaikan revenue dan net profit.

Menurut data Sea-Intelligence, dari beberapa pemain container shipping global, hanya satu perusahaan yakni Hapag-Lloyd yang mengalami peningkatan volume selama Q12020, sementara yang lainnya mengalami penurunan.

Tercatat, volume pelayaran German ini pada Q12020 mencapai 3,05 juta TEU, naik 4,2% dari periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, shipping line besar lainnya semua mengalami penurunan volume. Pelayaran terbesar global Maersk meng-handle 6.1 juta TEU selama Q1, turun 3,2% dari periode yang sama tahun lalu. COSCO meng-handle 4,01 juta TEU, turun 6.3% dari Q12019. HMM mengalami penurunan yang cukup tajam, sebesar 18,7%, sementara OOCL relative stabil dengan volume mencapai 1,6 juta TEU. Demikianpun beberapa perusahaan besar lainnya, mengalami penurunan volume.

Salah satu pelayaran menengah global yakni ZIM Integrated Shipping Services (ZIM) juga menglami penurunan volume yakni sebesar 4.5% (meng-handle 668,000 TEU) selama Q1. Kendati demikian, sama seperti pemain besar lainnya, kinerja keuangan pelayaran milik Israel ini membaik, sehingga bisa memangkas net loss dari tahun lalu hingga 50%.

“Di tengah menurunnya volume yang terlayani pada kuartal pertama, hampir semua perusahaan pelayaran menikmati kinerja keuangan yang meningkat. Hal ini terjadi karena peningkatan freight rate yang signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu. Dan ini sangat berdampak postif terhadap revenue dan profit perusahaan pelayaran,” tulis Sea-Intelligence.

 Perusahaan sekelas ZIM dengan volume yang dilayani kuarang dari 1 juta TEU misalnya mampu menciptakan revenue sebesar $823.2 juta. Kendati volume turun 4,5%, tetapi pendapatan meningkat 3.4% dari periode yang sama tahun lalu.

Menurut ZIM, peningkatan pendapatan tersebut terdongkrak oleh peningkatan freight rate dengan rata-rata 7,1% pada Q1, menjadi US$1,091/TEU. EBITDA (earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization) ZIM juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 40%, menjadi $97,2 juta pada Q1 dan EBIT (earnings before interest and taxes) naik 23,6%, menjadi $27.2 juta dan net loss terpangkas hingga 49% dibanding tahun lalu.

“Kendati ada penurunan volume selama pweriode tersebut, namun kinerja keuangan untuk semua parameter yang ada, baik revenue, EBITDA, EBIT, maupun profit atau loss, semuanya membaik,” jelas CEO ZIM Eli Glickman.

Sebagimana dilaporkan sebelumnya, kebanyakan perusahaan pelayaran global mencatat kinerja keuangan yang positif pada Q12020. Sebagai perusahaan pelayaran terbesar, Maersk masih mencatatkan kinerja keuangan dengan nilai terbesar. Pendapatan Maersk sebelum pajak (EBIT) mencapai $552 juta, naik sangat tajam dari $322 juta pada periode yang sama tahun lalu (Q12019).

Di samping karena freight rate yang bagus, kinerja keuangan perusahaan pelayaran yang postif pada Q12020, juga karena efek covid-19 pada periode tersebut belum begitu masif.

Pada Q1, efek covid-19 dirasakan hanya oleh China dan beberapa negara sekitarnya. Efek covid-19 terhadap aktivitas perekonomian global baru mulai terasa pada akhir Maret.

“Jadi, dampak riil dari covid-19 terhadap pelayaran baru akan dirasakan pada Q2 (kuartal kedua) 2020,” kata Alan Murphy, CEO Sea-Intelligence.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *