Dampak Coronavirus Semakin Serius, Penurunan Volume China Tembus 1,7 Juta TEUS

Foto: Pelabuhan Ningbo, pelabuahan terbesar ke-3 di China dan ke-4 di dunia

Baltic and International Maritime Council (BIMCO) mengingatkan dampak yang lebih serius dari merebaknya coronavirus di China terhadap industri pelayaran dan perdagangan jika bencana tersebut terus berlanjut dan tak teratasi dalam waktu dekat.

Mengutip hasil studi Alphaliner, BIMCO menjelaskan, sejak Januari hingga saat ini (26 Februari), kehilangan volume pelayaran sudah tembus angka 1,7 juta TEUs. Angka tersebut berdasarkan jumlah pembatalan pelayaran mulai tahun baru China (Imlek) serta rendahnya tingkat isian (load factor) sejumlah pelayaran selama merebaknya virus tersebut karena kekurangan volume barang.

Penurunan tersebut juga merupakan dampak dari berkurangnya angkutan truk di sisi darat sehingga menyebabkan rendahnya pergerakan kontener dari dan ke pelabuhan-pelabuhan di China. Mengutip laporan Fort Lauderdale’s Maritime Executive, BIMCO menjelaskan hampir 2/3 sopir truk di sejumlah wilayah China belum masuk kerja.

Analis BIMCO Peter Sand memaparkan tiga kemungkinan yang akan terjadi dengan dampak yang berbeda terhadap kegitan pengiriman. Pertama, jika China berhasil melakukan pengendalian dalam waktu dekat, aktivitas pabrik-pabrik Cina akan normal pada bulan Maret. Kemungkinan kedua, normalisasi tidak terjadi hingga April; dan ketiga
(yang terburuk) virus terus menyebar dengan cara yang tidak mungkin untuk diprediksi atau dianalisis.

Jika kemungkinan pertama yang terjadi, maka dampaknya terhadap aktivitas supply chain global akan relatif kecil. Jika kemungkinan kedua yang terjadi, apalagi kemungkinan ketiga, dampaknya akan lebih serius baik terhadap manufaktur, transportasi, pelayaran, dan kegiatan kepelabuhanan.

“Saat ini berhentinya aktivitas produksi berdampak pada menurunnya volume kontener. Namun jika hal ini terus berlanjut, akan menggangu rantai pasok hingga sampai aktivitas retail,” jelas Sand.

Menurut Sand, merebaknya virus corona telah membuktikan betapa tingkat ketergantungan industri pelayaran terhadap perekonomian China begitu tinggi. Jika aktivitas industry di China berhenti beroperasi, industry pelayaran akan stuck.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *