Skip to content

Imlek Tahun Ini: Aktivitas Supply Chain Jauh Lebih Menantang

Tahun Baru China (Imlek) yang pada tahun ini jatuh pada 1 Februari nampaknya jauh lebih menantang bagi aktivitas supply chain (rantai pasok). Pasalnya, di samping perayaan Imlek itu sendiri yang biasanya menciptakan mobilitas massal disertai berhentinya sejumlah kegiatan produksi maupun jasa, ada dua hal lainya yang sangat mengganggu aktivitas supply chain.

Pertama, tentu saja masalah kekurangan ruang kapal (space shortage) pada industry shipping yang masih saja terus berlangsung. Kedua, Olimpiade Musim Dingin (Winter Olympic Games) di Beijing yang dimulai dua hari setelah perayaan Imlek (3 Februari). Dua hal ini bisa dipastikan akan memperparah aktivitas supply chain yang biasanya sangat terganggu setiap musim perayaan Imlek.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Libur Imlek, yang tradisinya di China berlangsung selama tujuh hari, akan berdampak pada aktivitas ekonomi yang lebih lama, bahkan hingga empat minggu. Aktivitas produksi di China terganggu dalam kurun waktu tersebut. Kantor-kantor pemerintah sebagian besar tutup. Pabrik juga berhenti beroperasi, sementara pelabuhan dan bea cukai biasanya beroperasi dengan jumlah karyawan terbatas dan hanya fokus pada barang-barang prioritas dan yang gampang rusak.

Efek terhadap mitra dagang, termasuk distributor dan pemasok, biasanya lebih lama. Dengan beban tambahan dari masalah kekurangan space di sector shipping plus event Olimpiade Musim Dingin di Beijing, tantangan rantai pasok pada musim Imlek tahun ini jauh lebih berat dan menantang.

Rantai Pasok Domestik dan Internasional Terganggu

Sama seperti perayaan hari besar lainnya seperti Natal, Thanksgiving, atau Idul Fitri di belahan dunia lain, Tahun Baru Imlek adalah acara reuni keluarga. Orang-orang di seluruh daratan China melakukan perjalanan untuk mengunjungi keluarga – pulang ke desa-desa dari kota-kota industri tempat mereka bekerja. Migrasi massal ini berarti bahwa kursi di kereta dan bus terjual habis berbulan-bulan sebelumnya dan hampir tidak mungkin untuk mendapatkan tiket kereta api hanya beberapa hari sebelumnya.

Eksodus ini berdampak besar pada infrastruktur logistik dan aktivitas logistik. Infratruktur logistik seperti jalan raya dipadati angkutan penumpang. Distribusi barang dalam negeri China terganggu.

Dampak perayaan Imlek di China juga sangat berdampak pada rantai pasokan global. China menjadi kekuatan ekonomi global (terbesar ke-2), terhentinya kegiatan produksi di negara tersebut selama Tahun Baru Imlek tentu berdampak signifikan pada aktivitas rantai pasok global.

Apalagi, sejak merebaknya Covid-19, rantai pasok global sudah dalam keadaan berat dan kacau. Karena China telah menjadi negara eksportir terbesar global, efek tahun baru tentu semakin menambah parah kekacauan rantai pasok global.

Seperti halnya Natal, Tahun Baru Imlek terjadi setiap tahun dan tidak ada cara untuk menghindarinya. Maka perlu antisipasi dan persiapan yang matang. Dibanding Natal yang waktunya selalu sama, persiapan menghadapi Imlek agar rantai pasok tak terganggu, bahkan lebih rumit, karena Imlek selalu jatuh pada waktu yang berbeda tiap tahunnya.

Beberapa Tips untuk Persiapan Ke Depan

Karena itu, terganggunya rantai pasok tahun ini perlu menjadi pelajaran yang berharga untuk tahun depan dan tahun-tahun berikutnya. Apa yang harus dilakukan? Berikut beberapa tips yang dikumpulkan dari sejumlah sumber yang kiranya bisa menjadi rujukan dalam persiapan menghadapi imlek pada tahun berikutnya agar aktivitas rantai pasok tidak terlalu terganggu.

Bikin Perencanaan lebih Awal:

Langkah-langkah yang disiapkan tidak hanya untuk pre-Imlek, tetapi juga untuk periode setelah Imlek, karena dampak libur Imlek terhadap aktivitas rantai pasok berlangsung cukup lama. Karena itu, buatlah gambaran yang lebih jelas terkait proyeksi permintaan, baik permintaan yang bersifat rutin maupun insidentil. Hal ini akan membantu perusahaan memastikan memiliki stok yang cukup.

Bangun hubungan yang kuat:

Investasikan waktu dan sumber daya tambahan untuk membangun hubungan yang kuat di seluruh jaringan bisnis dengan pemasok dan produsen. Ini dapat membantu perusahaan berkolaborasi dengan lebih baik dan mendapatkan visibilitas yang lebih baik tentang status pesanan yang sedang diproses.

Perkuat inventory:

Bangun inventory atau penyimpanan stok (Gudang penyimpanan) di lokasi yang tepat di seluruh dunia dan bikin perencanaan yang lebih tepat terkait inventory yang didasarkan pada analisis kebutuhan yang lebih tepat.

Siapkan moda alternatif

Untuk mengatasi jika ada kebutuhan pengiriman yang sifatnya mendesak, sedari awal harus disiapkan moda pengiriman alternatif. Misalnya, jika harus menggantikan moda pengiriman dari kapal laut ke kereta api atau kombinasi dengan moda udara. Alternatif pergantian operator juga disiapkan, misalnya tidak menggunakan operator transportasi milik China selama musim Imlek.

Pantau tingkat produksi:

Rencanakan untuk mengawasi produksi di pabrik sendiri selama dan sesudah Imlek, karena akan memakan waktu cukup lama hingga kapasitas produksi kembali berjalan lancar.

Jangan menunggu sampai menit terakhir:

Disarankan untuk tidak menunggu sampai menit terakhir untuk melakukan pemesanan sebelum Imlek dan perlu kepastian agar pesanan tiba tepat waktu.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Sumber: Saduran dari seumlah sumber