Pelayaran dipastikan akan mengenakan surcharge kepada pemilik barang jika nanti aturan Uni Eropa (UE) terkait emisi (emissions trading system – ETS) mulai berlaku pada tahun depan (1 Januari 2023). Pertanyaannya, berapa besaran surcharge yang akan dikenakan?
Dalam pesan awal yang disampaiakan kepada berbagai klien-nya, perusahaan pelayaran raksasa global (terbesar ke-2 setelah MSC) Maersk menginfromasikan perkiraan besaran surcharge yang akan dikenakan. “Seratus tujuh puluh Euro ($173) per FEU untuk rute perdagangan Asia – Eropa. Untuk reefer, surcharge sekitar EUR255 untuk rute yang sama,” demikian penjelasan Maersk sebagaimana ditulis splash247.com.

Gambar: Estimasi surcharge ETS pada sejumlah jalur perdagangan
Dalam sebuah advisory note kepada klien-nya, Maersk memperingatkan langkah-langkah UE membawa tingkat ekstrateritorialitas yang besar yang berpotensi mempengaruhi pengiriman kargo di luar perbatasan UE.
Sebagaimana dilaporankan berbagai media sebelumnya, tahun lalu, persisnya pada 14 Juli 2021, Komisi Eropa memperkenalkan paket Fit for 55-nya. Dalam paket tersebut, komisi menyarankan untuk memasukkan aktivitas pengiriman barang dalam emissions trading system (ETS), sesuatu yang sekarang tampaknya sangat mungkin terjadi.
Aturan ini, menurut draft ETS tersebut, berlaku bagi kapal, bukan kargo-nya. Ini berarti mengharuskan perusahaan pelayaran untuk membayar jaminan pengurangan emisi yakni: 50% emisi dari pelayaran yang berangkat dari pelabuhan UE ke pelabuhan non-UE; 50% emisi dari pelayaran yang berangkat dari pelabuhan non-UE ke pelabuhan UE; 100% emisi dari pelayaran antara pelabuhan UE dan 100% emisi dari kapal yang berlabuh di pelabuhan UE.
“Biaya kepatuhan dengan ETS kemungkinan akan signifikan sehingga berdampak pada biaya pengiriman,” Maersk ingatkan. Pelayaran, lanjut Maersk bermaksud untuk menerapkan biaya baru ini sebagai biaya tambahan mandiri mulai awal 2023.

