Paska jeda liburan Tahun Baru China, jumlah kapal yang melayani rute Asia – USWC (Pantai Barat AS) diperkirakan akan meningkat. Analisis Sea-Intelligence memperkirakan pada awal Maret nanti, akan terjadi peningkatan 40% arus kapal pada ruteAsia – USWC (Pantai Barat AS) dan 60% pada rute Asia-Pantai Timur AS. Hal ini akan berpotensi membuat kongesti di sejumlah pelabuhan global, terutama yang berada di AS, akan kembali meningkat.
Selama pandemi, fluktuasi arus kapal memang sangat dinamis. Periode awal pandemi, terjadi penurunan yang luar biasa besar dalam jumlah kapal yang dikerahkan karena kebijakan blank sailing sebagai dampak dari penurunan jumlah arus perdagangan karena tutupnya sejumlah industri selama kebijakan lock down.
Namun, setelah fase awal ini, jumlah kapal yang dikerahkan kembali ke normal dan kemudian kemudian meningkat tajam dan mencapai titik tertinggi menjelang akhir musim puncak 2021. Peningkatan yang tajam tersebut yang disertai dengan ketidakseimbangan export impor AS di mana impor sangat tinggi serta permasalahan di sisi darat pelabuhan-pelabuhan AS menyebabkan terjadinya kongesti pelabuhan begitu parah. Ratusan kapal terpaksa tertahan dengan waiting time yang sangat lama, hingga 14 hari, bahkan lebih.
Data Sea-Intelligence mengungkapkan, selama Tahun Baru Imlek 2022 (1-15 Februari 2022), arus kapal mengalami penurunan yang cukup signifikan, menyusul liburnya sejumlah produksi di China. Arus kapal Asia-USWC mengalami penurunan. Namun, sayangnya, penurunan tersebut tidak berdampak signifikan terhadap kongesti di Pelabuhan AS.
Menurut keterangan Alphaliner, kendati keseluruhan jumlah kapal yang menunggu untuk berlabuh di Los Angeles dan Long Beach mengalami penurunan dari angka 109 unit saat puncaknya pada 9 Januari menjadi hanya 76 pada awal minggu ini, namun waktu transit untuk kapal rute Asia – Los Angeles/Long Beach meningkat menjadi rata-rata 38 hari, naik dari 28 hari yang tercatat pada pertengahan November.
Menyusul selesainya liburan Imlek, industri-industri di China akan kembali beroperasi normal. Hal ini akan memicu kembali meningkatnya arus perdagangan dan arus kapalpun akan kembali naik mulai awal Maret.
Sea-Intelligence prediksi akan terjadi penignkatan sebesar 40% untuk rute Asia – USWC.
Hal lain yang memperparah ancaman kongesti pelabuhan adalah meningkatnya jumlah kapal dengan ukuran yang lebih kecil pada rute Asia-Pantai Timur AS. Menurut Sea-Intelligence, akan terjadi peningkatan sekitar 60% pada rute ini dengan di-dominasi oleh kapal-kapal ukuran 5.000 TEUs. Kapal-kapal ini menurut Sea-Intelligence, berpotensi lebih memperparah ancaman kongesti karena kurang efisien dibanding kapal-kapal yang lebih besar.
“Sederhananya, menangani dua kapal 5.000 TEU lebih kurang efisien daripada menangani satu kapal 10.000 TEU, jika waktu dari pelabuhan asal hingga waktu Pelabuhan tujuan juga diperhitungkan,” jelas Alan Murphy, CEO Sea- Intelijen.

