Berkurangnya kemacetan pengiriman pad ajalur perdagangan utama yang dipalorkan oleh Fexport Ocean Timeliness Indicator (OTI) minggu ini bisa dijadikan sebagai pertanda baru bahwa pasar pengiriman sedang mendingin. Pada rute Transpacific Eastbound (Cina- Pantai Barat AS), waktu pengiriman turun menjadi 83 hari. Jumlah ini merupakan peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan bulan Januari hingga pertengahan Februari dimana keterlambatan mencapai puncaknya yaitu selama 112 hari.
“Dapat dikatakan, masalah ketepatan waktu telah berkurang setidaknya setengahnya. Sebelum pandemi, waktu standar untuk transportasi adalah 45 hari. Artinya, sekitar 43% keterlambatan rantai pasokan telah membaik,” ungkap CEO konsultan peti kemas Vespucci Maritime, Lars Jensen.
Kendati laju di sepanjang jalur perdagangan China-Eropa telah membaik, namun waktu pengiriman masih tinggi mencapai 93 hari jika dibandingkan dengan waktu pra-pandemi (55 hari). Bahkan mencapai puncaknya pada awal tahun ini (122 hari). Hingga batas waktu tertentu, situasi keamanan di Eropa dipandang sebagai alasan untuk perbaikan yang lambat.
Ketika bisnis pelayaran terus berangsur normal, operator laut merespons dengan membatalkan puluhan pelayaran. Dalam pembaruan pasar baru-baru ini, Linerlytica melaporkan bahwa operator telah menarik tiga layanan di sepanjang perdagangan Pantai Barat Asia-AS, mewakili 7% dari total kapasitas yang ada pada jalur perdagangan.
Data Linerlytica lebih lanjut menunjukkan bahwa pada bulan September, permintaan di rute transpasifik turun 20% dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Utilisasi kapasitas juga turun 5% dengan layanan yang ada berjalan pada kapasitas 16% lebih sedikit. Kendati operator telah menanggapi dengan pembatalan pelayaran untuk mengurangi dampak dari berkurangnya permintaan, namun tarif angkutan tetap turun. Sehingga Linerlytica menyimpulkan bahwa pengurangan kapasitas yang diumumkan sejauh ini tidak menimbulkan dampak material.
CEO Xeneta Patrik Berglund mengatakan penurunan tarif mungkin merupakan fenomena pasar yang khas. “Perlu diingat bahwa suku bunga bersifat siklis, dan mungkin penurunan tarif peti kemas merupakan jenis koreksi yang sama yang biasanya mempengaruhi harga komoditas dan pasar saham. Perlu diingat juga bahwa volume kargo masih jauh di atas level sebelum pandemi. Pelabuhan Long Beach Pantai Barat Amerika baru saja melaporkan rekor hingga Agustus 2022 yang merupakan pencapaian terbaik mereka dimana volume kargo hanya turun sebanyak 764 TEUs (0,10%) dari Agustus tahun lalu.”
