Skip to content

Berapa Harga Kapal Container Termahal Saat Ini?

Awal tahun 2025, dunia pelayaran turut diramaikan oleh pemesanan sebelas kapal container raksasa oleh perusahaan pelayaran Taiwan, Evergreen. Kapal-kapal tersebut, masing-masing memiliki kapasitas 24.000 TEUs (Twenty-foot Equivalent Units). Kapal-kapal ini menggunakan bahan bakar ganda (dual-fuel), menjadikannya lebih ramah lingkungan dibandingkan kapal konvensional.

Pemesanan kapal-kapal tersebut terbagi antara dua negara, yaitu Korea Selatan dan Tiongkok. Hanwha Ocean, sebuah perusahaan asal Korea Selatan, menerima enam kapal, sementara sisanya diproduksi oleh CSSC Guangzhou Shipyard International (GSI) di Tiongkok.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Harga Tertinggi dalam Sejarah Kapal Container

Menurut laporan yang disampaikan oleh Hanwha Ocean kepada Bursa Efek Korea, harga untuk setiap kapal mencapai $267,3 juta, atau sekitar Rp4.4 trilliun dengan kurs 16.500/US$1. Jika dihitung per slot (per TEU), harga kapal ini mencapai $11.138 per slot. Menurut analis Alphaliner, ini merupakan rekor tertinggi harga pembangunan kapal baru yang pernah disepakati.

Harga tersebut lebih mahal $103 juta dibandingkan dengan kapal serupa yang dipesan pada tahun 2020. Sebagai perbandingan, kapal yang dipesan oleh Hapag-Lloyd pada 2020, dengan kapasitas serupa, hanya dibanderol sekitar $164 juta per unit. Hal ini menunjukkan bahwa harga kapal container baru mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Peningkatan harga kapal container baru dapat dikaitkan dengan beberapa faktor. Salah satunya adalah permintaan pembangunan kapal baru yang tinggi setelah 2021, yang dianggap sebagai tahun-tahun paling menguntungkan untuk industri pelayaran.

Pengetatan pasokan bahan baku, lonjakan harga energi, serta inovasi teknologi seperti penggunaan bahan bakar ganda juga turut mempengaruhi harga kapal.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Selain itu, keinginan untuk meminimalisir dampak lingkungan juga mendorong pengembangan kapal dengan teknologi ramah lingkungan, yang tentu saja memerlukan biaya lebih tinggi dalam produksinya. Kapal yang memanfaatkan bahan bakar ganda, misalnya, lebih mahal dibandingkan kapal tradisional yang hanya menggunakan satu jenis bahan bakar.