Skip to content

Perang Ukraina: Supply Chain Terhambat, Produktivitas Industri Menurun

Belum benar-benar pulih dari dampak pandemi covid-19, industry-industri Eropa kembali dihantam oleh masalah supply chain sebagai dampak dari Perang Ukraina. Sebagimana dilaporkan Reuters, banyak industri di Eropa saat ini mengalami kekurangan pasokan komponen utama karena supply dari Ukraina dan Rusia terputus.

 

Bahkan, masalah ini mengancam gagalnya pemulihan ekonomi di Eropa serta berpotensi memperpanjang krisis pada beberapa sektor yang diperkirakan tidak akan hilang sampai tahun depan.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

 

Menurut analisis JPMorgan sebagaimana ditulis Reuters, konflik tersebut telah menambah kekacauan perdagangan yang sebelumnya sudah terpuruk sebagai dampak dari lockdown selama pandemi. Rute Asia-Eropa paling parah karena kemacetan pelabuhan serta dan gangguan pengiriman kargo udara karena penutupan wilayah udara Rusia.


Saat ini, tingkat produksi industri-industri besar eropa mengalami penurunan yang drastis. Produsen mobil terkemuka globa milik Jerman seperti Porsche, Volkswagen, dan BMW serta produen truk MAN semuanya telah membatasi produksinya karena kurangnya pasokan komponen dari wilayah krisis.


Invasi Rusia telah memaksa penutupan pemasokan kabel-kabel – salah satu komponen penting mobil – dari Ukraina. Hal lainnya, Continental, perusahaan Jerman yang memproduksi suku cadang mobil, sudah menghentikan operasinya di Rusia dan sedang berupaya untuk mengalihkan produksi. Sebelum memulai produksi baru, produsen mobil sebagai pengguna suku cadang sudah pasti mengalami kendala yang berimbas pada produktivitas mereka.

 

“Jika situasi geopolitik, khususnya di Eropa Timur, tetap tegang atau bahkan memburuk, krisis supply chain akan semakin parah dan akan berdampak pada produktivitas industri dan level permintaan,” tulis Reuters mengutip kecemasan sejumlah produsen mobil.

 

Dilaporkan, karena kekurangan komponen, Porsche untuk sementara telah menangguhkan produksi mobil listrik Taycan di Stuttgart-Zuffenhausen. Itu berarti, ada sekitar 200 mobil Taycan batal diproduksi dalam sehari.

 

Hal yang sama dialami produsen ban Prancis, Michelin. Pekan lalu, perusahaan ini mengatakan akan menghentikan sementara produksi di beberapa pabriknya di Eropa karena masalah logistik.

 

Di Republik Ceko, lebih dari seperlima perusahaan sektor otomotif mengalami masalah karena kekurangan komponen.

 

Kendala dalam proses pengiriman karena penutupan moda transportasi, baik laut, udara, darat, maupun kereta api telah memperparah proses distribusi, baik distribusi komponen maupun distribusi hasil produksi otomotif. Apalagi, industri otomotif sebenarnya masih terkena dampak lain dari kekurangan chip dan melonjaknya harga energi.

 

Industry otomotif juga menghadapi kenaikan harga komponen yang luar biasa. Dari harga aluminium untuk bodi mobil hingga paladium untuk catalytic converter, semuanya melonjak sejak invasi.

 

Produksi otomotif di Eropa sangat bertumpu pada rantai pasok yang kompleks. Ketika rantai pasok terganggu, industri mobil sangat mudah terpukul. Dan saat ini, dampaknya sudah dirasakan jauh lebih luas ketika rantai pasoknya terganggu.

 

Pertumbuhan Ekonomi Melambat

 

Gangguan rantai pasok diperkirakan akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Eropa, termasuk Jerman. Menurut hasil survey Think Tank IW, hampir sepertiga dari 200 perusahaan Jerman mengatakan mereka mengalami masalah rantai pasok sehingga menghambat produktivitas mereka.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

 

“Konflik Rusia-Ukraina memperburuk gangguan rantai pasok dan tekanan inflasi. Akibatnya, prospek pertumbuhan ekonomi Jerman akan memburuk,” tulis Reuters mengutip salah satu lembaga analis Scope. Pertumbuhan ekonomi Jerman diperkirakan melambat pada angka 3,5% dari sebelumnya 4,4%.

 

1 thought on “Perang Ukraina: Supply Chain Terhambat, Produktivitas Industri Menurun”

Comments are closed.